|
24 April 2008
Cycling
Campaign Earth Day 2008 Tunas Hijau
Issue
pemanasan global yang berakibat pada perubahan iklim menjadi
fokus utama kampanye hari bumi yang dilaksanakan oleh Club
Tunas Hijau. Salah satu kegiatan yang dilaksanakan adalah
Cycling Campaign Earth Day 2008. Kegiatan yang digelar 23-24
April 2008 ini dilaksanakan dalam bentuk bersepeda keliling
kota Surabaya dengan membawa pesan-pesan pengurangan
pemanasan global dan perubahan iklim, diantaranya “Kick
the
CO2 Habit” dan
“Demi Bumi Kurangi Emisi”.
Selama kampanye
bersepeda aktivis-aktivis muda Enviro Defender Tunas
hijau mampu menarik perhatian masyarakat dengan dandanan
yang unik. Surya misalnya, siswa kelas XI SMATAG 1945
Surabaya ini berdandan ala ‘eksekutif muda’ lengkap dengan
celana, dasi serta jas dengan warna senada dengan kemeja.
Tak ketinggalan tas koper, dan kaca mata hitam bermerek
‘discovery’ juga melekat sebagai simbol ‘eksekutif muda’.
Mungkin
yang aneh, unik dan lucu adalah berkeliling dengan
menunggangi sepeda unta kuno (sepeda kebo). Belum lagi
atribut-atribut pesan lingkungan yang melekat di sekujur
sepeda. Ketika ditanya tentang pesan yang disampaikan, siswa
yang juga aktif di Pasukan Pengibar Bendera SMA 17 Agustus
1945 (Pabrastag) mengungkapkan bahwa bersepeda itu bukan hal
kuno dan ketinggalan jaman, tapi tindakan yang ramah
lingkungan. “Mestinya bersepeda adalah pilihan bijaksana
bagi lingkungan. Namun remaja sekarang lebih memilih
menggunakan motor hanya agar tidak disebut ketinggalan jaman,”
kata Surya.
Selama pelaksanaan
Cycling Campaign juga diwarnai dengan cerita-cerita unik dan
seru. Diofan misalnya, siswa kelas XI SMAN 9 Surabaya ini
menggunakan sepedanya untuk berangkat dan pulang sekolah.
Tak ayal seluruh siswa-siswi yang ada sekolahnya
menggelengkan kepala, heran dengan ulahnya. Beberapa guru
yang ditemui pun mengangkat jempol untuk ulah kreatifnya
tersebut. “Waktu pulang sekolah saya kaget, sepedanya nggak
ada di tempat parkir. Ehh nggak taunya dibawa teman-teman
bersepeda sampai ke balai kota” ungkap Diofan sambil tertawa.
(Geng) |