|
30 September 2009
Diskusi Penggalangan Dana Kegiatan LH
Bersama Tim Hijau SMA 11
Para
siswa SMA Negeri 11 Surabaya yang tergabung
dalam tim hijau tergolong giat melaksanakan
program-program perbaikan lingkungan hidup
di sekolahnya yang berada di kawasan Manukan
Surabaya Barat. Namun, ada juga beberapa
rencana program lingkungan hidup yang sudah
dibuat tidak dapat terlaksana karena
keterbatasan dana. Diantaranya rencana lomba
mural lingkungan hidup pada dinding sekolah
yang kini berhias mural dengan warna-warna
yang telah kusam karena telah berusia dua
tahun. Alasan terbatasnya ketersediaan dana
ini melatarbelakangi diselenggarakannya
diskusi tentang metode penggalangan dana
bersama simpatisan Tunas Hijau dari Inggris
James Ogilvie, Rabu (30/9).
Diskusi bersama James Ogilvie, dua aktivis
Tunas Hijau Afif Amrullah dan Narendra ini
dimulai dengan meminta para siswa anggota
tim hijau mengingat kembali metode
penggalangan dana yang telah dilaksanakan.
“Selama ini kami lebih sering melaksanakan
kegiatan lingkungan hidup dengan dana yang
kami minta dari sekolah. Pernah juga kami
melaksanakan kegiatan lingkungan hidup
dengan patungan, yaitu menggunakan
kas pribadi masing-masing,” kata Haristya
Chandra, siswa kelas 3 SMA Negeri 11
Surabaya penggiat tim hijau sejak 2007.
Akan tetapi sebelum acara tersebut di
mulai, James Ogilvie diajak untuk
mengelilingi semua sudut SMA Negeri 11
dengan di temani oleh beberapa guru dan
siswa SMA Negeri 11 Surabaya. Disana pemuda
asal Inggris tersebut juga diajak untuk
melihat apa saja yang sudah dilakukan siswa
yang berkaitan dengan kegiatan lingkungan.
Dia juga di ajak melihat kebun di belakang
sekolah yang digunakan oleh siswa untuk
tempat menanam berbagai pohon, yang
sebelumnya lapangan tersebut terlihat sangat
gersang, tidak ada pohon yang ditanam di
area tersebut.
Menanggapi beberapa keluhan siswa, James
Ogilvie berbagi pengalaman tentang upaya
penggalangan dana yang pernah dilakukannya
bersama teman-teman sekolahnya di Inggris.
Dikatakan James bahwa mencari sponsor bisa
menjadi cara ampuh. “Kita harus bisa
mengembangkan relasi untuk kita ajak menjadi
sponsor salah satu kegiatan kita.
Mengumpulkan gelas air mineral untuk dijual
seperti yang sudah tim hijau SMA 11 lakukan
juga bagus,” kata James. Namun, James juga
menyarankan agar rencana untuk membuat
school farming atau pertanian sekolah
untuk selanjutnya hasilnya dijual juga perlu
dicoba.
Sementara itu,
sebelum diskusi dimulai, sekitar 30 siswa
yang tergabung dalam tim lingkungan hidup
SMA Negeri 11 Surabaya mengajak James
Ogilvie untuk berkeliling sekolah. Saat
berkeliling, para ditunjukkan kepada James
berbagai hasil pelaksanaan program
lingkungan hidup yang dilaksanakan di SMA
Negeri 11 Surabaya sejak Agustus 2007. “Ini
adalah hutan sekolah yang kami bangun
bersama Tunas Hijau sejak Agustus 2007.
Pepohonan yang ada di hutan sekolah ini
sudah nampak besar, meski pada awal
penanaman ada kekhawatiran pepohonan ini
tidak akan tumbuh. Kekhawatiran ini lantas
kami barengi dengan melakukan penyiraman
setiap hari,” kata Anggriyan Permana,
koordinator tim hijau SMA Negeri 11
Surabaya.
(narendra) |