Headquarters: Semolowaru Indah T-9, Surabaya - 60119, Indonesia. Phone/Fax: +62-31- 5996816, Email: info@tunashijau.org

ProgramGaleri FotoGaleri PosterGaleri KomikGaleri LaguPenerbitanSekolah HijauProfilFakta & Info
 

7 Mei 2010

Guru Koordinator LH Sekolah Adiwiyata Nasional SDN Kandangan III Surabaya Siti Fatonah:

Pemilahan Sampah Harus Disertai Penyediaan Tempat Sampah Yang Memadai Dan Sosialisasi

Menerapkan pemilahan sampah di sekolah, khususnya di sekolah dasar, tidak semudah yang dibayangkan. Namun, tidak juga sesuatu yang mustahil untuk diwujudkan. Hal mendasar yang harus disiapkan sebelum pemilahan sampah diterapkan adalan mekanisme dan aturan. Pada mekanisme ini perlu ditetapkan pemilahan sampah akan dilakukan menjadi berapa jenis. Bisa menjadi dua jenis, yaitu  sampah organik dan non organik. Bisa juga dipisahkan menjadi lebih banyak jenis lagi, yaitu sampah kertas, sampah plastik dan sisa makanan.

Penyediaan tempat sampah yang memadai harus dilakukan. Penempatannya juga harus tepat sasaran, yaitu di tempat yang biasanya warga sekolah khususnya anak-anak membuang sampah. Upaya setelah pemilahan sampah juga sangat penting untuk dipikirkan. Jangan sampai terjadi, setelah pemilahan sampah dilakukan di sekolah, ternyata sampah hanya akan dicampur lagi saat akan dikirim ke tempat pembuangan akhir sampah. Hal ini akan membuat anak-anak berpikir percuma untuk melakukan pemilahan sampah di sekolah.

Pemilahan sampah organik di sekolah seyogyanya bisa langsung ditindaklanjuti dengan pengomposan menggunakan beberapa alat pengomposan, seperti keranjang Takakura atau tong aerob. Pemilahan sampah kertas di sekolah setidaknya disertai dengan penempatan tong sampah berukuran besar di sekolah berukuran besar. Selanjutnya, setelah terkumpul banyak, semua sampah kertas itu bisa dijual, disumbangkan kepada pemulung, atau didaur ulang menjadi kertas baru. Ingat, semua sampah kertas yang dihasilkan warga sekolah biasanya adalah kertas putih yang memiliki nilai jual kembali cukup tinggi.

Pembinaan kepada seluruh warga sekolah, khususnya siswa juga harus dilakukan. Pada awalnya, membimbing siswa agar mau membuang sampah pada tempatnya terkesan sulit. Meskipun sudah disediakan tempat sampah yang memadai. Hal ini mungkin disebabkan kebiasaan siswa di rumahnya masing-masing yang berbeda-beda. Namun, dengan sosialisasi yang terus menerus di dalam kelas, lambat laun anak menjadi terbiasa untuk membuang sampah pada tempatnya. Walau terkadang ada yang tidak sesuai tempatnya, khususnya anak kelas 1. (akbar/roni)

17 Agustus 2010, Guru Koordinator Lingkungan Hidup Sekolah Adiwiyata Nasional SDN Kandangan I Surabaya Mamik Sri Utami: Pembiasaan Perilaku Ramah Lingkungan Berarti Penghematan Biaya

7 Mei 2010, Guru Koordinator LH SDN Kandangan III Surabaya Siti Fatonah: Pemilahan Sampah Harus Disertai Penyediaan Tempat Sampah Yang Memadai Dan Sosialisasi

24 Maret 2010, Kepala Sekolah SMA/SMK Berprestasi Se Jawa Timur 2008 Kumudawati: Belum Meratanya Pendidikan Lingkungan Hidup di Setiap Kota/Kabupaten

2 Desember 2009, Kepala SMA Negeri 5 Jember Husnawiyah: Sibuk Membuat Replikasi Sekolah Ramah Lingkungan Hidup Di Jember

12 November 2009,  Wali Kota Surabaya Peduli LH Drs. Bambang Dwi Hartono, M.Pd. Yang Guru Matematika: Guru Harus Ing Ngarso Sing Tuladha, Ing Madya Mangun Karsa, Dan Tut Wuri Handayani Pada Kepedulian Lingkungan Hidup

22 September 2009, Ir. Gunawan, Guru Pembimbing Di Balik Keberhasilan Siswa Menjuarai Berbagai Penelitian Internasional: Memulai Penelitian Lingkungan Hidup Butuh Cara, Waktu, Pendukung Dan Orang Yang Tepat

15 September 2009, Kepala SDN Petemon 13 Surabaya Harsoyo: Susah, Buat Muatan Lokal Lingkungan Hidup Sendiri Untuk SD Negeri

8 September 2009, Duo Aktivis Srikandi Tunas Hijau di Konservasi Hutan Dataran Tinggi Triani Candra Kusuma Dewi dan Reby Dwi Prataopu

1 September 2009, Koordinator Green Education Al Muslim Intan Larasati: Dukungan Pemda Pada Program Sekolah Adiwiyata Harus Signifikan

25 Agustus 2009,  Guru Lingkungan Hidup SDK Santa Theresia I Surabaya Kristoforus Agus Pujianto: Program Sekolah Adiwiyata Tidak Semenarik Dulu