Headquarters: Semolowaru Indah T-9, Surabaya - 60119, Indonesia. Phone/Fax: +62-31- 5996816, Email: info@tunashijau.org

ProgramGaleri FotoGaleri PosterGaleri KomikGaleri LaguPenerbitanSekolah HijauProfilFakta & Info
 

12 Desember 2009

SMAKSanto Stanislaus Pelopori Penggunaan Cat Dengan Bahan Alami Pada Lomba Membatik Pesan Lingkungan Hidup

Surabaya- Sekitar 350 siswa dari delapan SD, SMP dan SMA di Surabaya mengikuti Lomba Membatik Pesan Lingkungan Hidup dengan menggunakan bahan-bahan pewarnaan alami. Kegiatan yang diselenggarakan oleh sekolah mitra Tunas Hijau, SMA Katolik Santo Stanislaus Surabaya, ini dilaksanakan di Taman Prestasi Surabaya, belakang Gedung Negara Grahadi Surabaya, Sabtu (12/12) pagi.

Pada lomba ini, masing-masing peserta lomba mendapat tas kain dari bahan blaco. Ukuran bidang pada tas yang digunakan menggambar adalah 33 x 39 cm. Masing-masing peserta juga mendapat cat dengan bahan alami yang digunakan sebagai bahan pewarnaan. Selanjutnya para peserta menggunakan kuas untuk membuat motif batik dan pesan peduli lingkungan hidup pada tas blaco yang disediakan.

Bahan cat alami yang digunakan, menurut  Kepala SMAK Santo Stanislaus Lusia Krimsi, adalah kunyit untuk warna kuning, daun jati untuk warna coklat dan lombok untuk warna merah. “Daun pandan digunakan untuk warna hijau, buah juwet untuk warna ungu, daun suji untuk warna hijau, dan bunga mawar merah untuk warna merah. Sedangkan kayu secang digunakan untuk warna merah, wortel untuk warna oranye, tomat untuk warna merah, teh untuk warna coklat, biji kopi untuk warna coklat kehitam-hitaman dan buah manggis untuk warna ungu,” kata Lusia.

Sedangkan batik menjadi motif yang diangkat pada lomba ini karena batik merupakan kekayaan budaya bangsa Indonesia yang telah diakui UNESCO. Dengan demikian para siswa sebagai generasi penerus bangsa diharapkan semakin mengenal dan mencintai batik Indonesia. Demikian juga dengan pesan lingkungan hidup yang menjadi tema lomba ini, diharapkan para siswa yang menjadi generasi penerus bangsa semakin memiliki kepedulian lingkungan hidup dengan melakukan hal-hal nyata.

Kegiatan ini adalah salah satu upaya untuk mengajak para siswa SMA Katolik Santo Stanislaus Surabaya dan beberapa sekolah lain untuk mengenal kearifan budaya tradisional Indonesia yang terkenal ramah lingkungan hidup. “Kegiatan ini adalah salah satu dari banyak cara yang dilakukan SMAK Santo Stanislaus Surabaya untuk ikut serta menyemarakkan pendidikan lingkungan hidup di Surabaya khususnya di sekolah kami. Program-program inovatif lingkungan hidup lainnya juga akan kami lakukan sebagai implementasi pendidikan lingkungan hidup khususnya bagi warga sekolah kami,” jelas Lusia Krismi.

Sementara itu di lokasi kegiatan juga dipasang beberapa spanduk kain bertuliskan pesan lingkungan hidup yang juga menggunakan pewarnaan alami. Majalah dinding peduli lingkungan hidup dari barang bekas juga dipasang. Majalah dinding lingkungan hidup yang dipasang adalah karya masing-masing kelas di SMA Katolik Santo Stanislaus Surabaya.