|
29 April 2009
Berbagi
Kiat Menuju Sekolah Peduli dan Berbudaya
Lingkungan Hidup Pada 50 Kepala Sekolah di
Kabupaten Blitar
Di
hadapan sekitar 50 kepala SD, SMP dan SMA
se-Kabupaten Blitar, Tunas Hijau berbagi
kiat menyiapkan sekolah peduli dan berbudaya
lingkungan hidup. Disampaikan aktivis senior
Tunas Hijau Mochamad Zamroni bahwa untuk
menuju sekolah peduli dan berbudaya
lingkungan hidup dibutuhkan komitmen yang
kuat dari kepala sekolah. “Kepala sekolah
harus siap-siap cerewet untuk merealisasikan
komitmennya pada lingkungan hidup. Tidak
kalah pentingnya adalah kerja sama semua
guru yang ada,” kata Zamroni yang juga
mencontohkan beberapa budaya lingkungan
hidup di beberapa sekolah.
Sebelumnya,
kepala sub bidang peningkatan peran serta
masyarakat Badan Lingkungan Hidup Jawa Timur
Wiwik Esti menyampaikan perlunya dukungan
dari pemerintah daerah setempat bagi sekolah.
“Dukungan pemerintah daerah setempat sangat
diperlukan untuk menjaga eksistensi dari
program lingkungan hidup menuju sekolah
peduli dan berbudaya lingkungan hidup,” kata
Wiwik Esti. Lebih lanjut Wiwik menambahkan
bahwa sejak awal program ini tahun 2006
hingga sekarang Jawa Timur menjadi barometer
nasional.
Nara sumber
lain pada sosialisasi itu, Intan Larasati,
koordinator Green Education Sekolah Al
Muslim Sidoarjo yang juga sekolah mitra
Tunas Hijau mengatakan bahwa pendidikan
lingkungan hidup harus masuk pada setiap
mata pelajaran. “Pada pelajaran matematika,
misalnya, dalam hitungan volume benda
berdimensi tiga bisa disisipkan tentang isu
sampah. Seperti berapa sampah yang
diperlukan untuk mengisi penuh sebuah tabung
dengan ukuran tertentu,” kata Intan Larasati,
guru Green Education SD Al Muslim, yang saat
ini telah masuk nominasi nasional Sekolah
Adiwiyata 2009.
Sementara
itu, pada pembukaan sosialisasi program
sekolah peduli dan berbudaya lingkungan
hidup, Wakil Bupati Blitar Arif Fuadi
menyatakan dukungan pada program tersebut.
Lebih lanjut, Arif Fuadi berharap akan ada
banyak sekolah-sekolah di Kabupaten Blitar
yang memiliki kepedulian dan berbudaya
lingkungan hidup melalui program ini.
“Pendidikan lingkungan hidup harus diajarkan
sejak usia dini. Sekolah sebagai lembaga
pendidikan formal harus bisa mengajarkan
kepedulian lingkungan hidup pada para
siswanya,” kata Walil Bupati Blitar Arif
Fuadi pada pembukaan. (roni) |