|
1 Juli 2009
Runner Up
Puteri LH 2009 Dengan Impian Lingkungan
Untuk Surabaya
Bagi
Runner Up Puteri Lingkungan Hidup
2009 Nyimas Salsabila Rahma Indah Zahra atau
biasa dipanggil Caca, mengikuti puncak
peringatan Hari Lingkungan Hidup Sedunia di
Jawa Timur di Arboretrum, Desa Sumber
Brantas, Kecamatan Bumiaji, Kota Batu
memiliki kesan tersendiri. Kesan tersebut
bukan karena kesempatan pertama bagi Caca
untuk bertatap muka dengan Gubernur Jawa
Timur Soekarwo yang baru beberapa bulan
menjabat. Namun, kesan yang dimaksud adalah
kondisi lingkungan hidup di desa yang
merupakan sumber utama sungai Brantas itu.
Menurut
siswa SDN Kandangan III Surabaya ini keadaan
air sungai dan got di kawasan Arboretrum itu
jernih dan nampak bersih. Kondisi ini
berbeda dengan sungai dan saluran air di
Kota Surabaya. “Di Surabaya hampir tidak ada
sungai atau saluran yang airnya nampak
jernih mengalir seperti di Batu. Kondisi ini
mungkin disebabkan tidak begitu banyaknya
penduduk di sekitar Arboretrum Kota Batu.
Sehingga, kalaupun ada yang membuang sampah
sembarangan kurang begitu terlihat. Berbeda
dengan Kota Surabaya yang berpenduduk jutaan
dengan lahan terbatas,” kata Nyimas
Salsabila.
Tidak hanya
kualitas air yang membuat Caca merasa iri
dengan Arboretrum Kota Batu. Namun kondisi
kondisi udara yang ada di kawasan itu juga
membuatnya iri jika dibandingkan dengan Kota
Surabaya. “Kota Batu memiliki lahan yang
luas dengan banyak hutan dan sedikit
kendaraan bermotor. Cuacanya sejuk pada pagi
bahkan siang hari dan dingin pada malam hari.
Sedangkan penduduknya tidak banyak seperti
di Surabaya dan kendaraan bermotor yang
tidak banyak pula,” kata Caca.
Namun,
Caca termasuk pribadi menarik yang tidak
hanya bisa menuntut atau menyalahkan orang
lain atau pemerintah. Caca pun memiliki
beberapa rencana untuk menjadikan lingkungan
hidup di Surabaya seperti yang dirasakan
Caca di Batu. Diantara rencana Caca itu
adalah menanam sebanyak mungkin pepohonan di
lahan kosong. “Saya akan bersama-sama
teman-teman di paguyuban pangeran dan puteri
lingkungan hidup 2009 untuk melakukan
penanaman pohon dan mengurangi penggunaan
kendaraan bermotor,” kata Caca yang saat ini
menjadi direktur program keluarga peduli
lingkungan hidup.
Sementara
itu, bagi Caca yang juga anggota tim
lingkungan hidup di sekolahnya, aktif di
program lingkungan hidup tidak hanya
dilakukan menjelang program penganugerahan
pangeran dan puteri lingkungan hidup 2009
saja. Caca sudah aktif di program lingkungan
hidup sejak Juli 2007. “Waktu itu sekolah
saya, SDN Kandangan III Surabaya, merintis
program menuju Sekolah Peduli dan Berbudaya
Lingkungan Hidup atau Sekolah Adiwiyata
Nasional dengan didampingi Tunas Hijau,”
kata Runner Up Puteri Lingkungan
Hidup 2009 yang lahir 15 Juni 1999 ini.
Sejak
Juli 1999 itu pula, siswa penghobi menyanyi
dan membaca puisi ini sudah mulai bergelut
dengan pengolahan sampah. “Saya tidak hanya
mengetahui teori cara pengolahan sampah.
Saya bahkan mempraktekkan beberapa cara
pengolahan sampah sesuai dengan jenis
sampahnya. Sampah kertas bisa saya oleh
menjadi kertas baru. Sedangkan sampah
organik bisa saya oleh menjadi pupuk kompos
dengan keranjang komposter atau tong
komposter,” kata Caca yang memiliki moto
tanamlah sebanyak mungkin pohon. (roni) |