Headquarters: Semolowaru Indah T-9, Surabaya - 60119, Indonesia. Phone/Fax: +62-31- 5996816, Email: info@tunashijau.org

ProgramGaleri FotoGaleri PosterGaleri KomikGaleri LaguPenerbitanSekolah HijauProfilFakta & Info
 

1 Juli 2009

Runner Up Puteri LH 2009 Dengan Impian Lingkungan Untuk Surabaya

Bagi Runner Up Puteri Lingkungan Hidup 2009 Nyimas Salsabila Rahma Indah Zahra atau biasa dipanggil Caca, mengikuti puncak peringatan Hari Lingkungan Hidup Sedunia di Jawa Timur di Arboretrum, Desa Sumber Brantas, Kecamatan Bumiaji, Kota Batu memiliki kesan tersendiri. Kesan tersebut bukan karena kesempatan pertama bagi Caca untuk bertatap muka dengan Gubernur Jawa Timur Soekarwo yang baru beberapa bulan menjabat. Namun, kesan yang dimaksud adalah kondisi lingkungan hidup di desa yang merupakan sumber utama sungai Brantas itu.

Menurut siswa SDN Kandangan III Surabaya ini keadaan air sungai dan got di kawasan Arboretrum itu jernih dan nampak bersih. Kondisi ini berbeda dengan sungai dan saluran air di Kota Surabaya. “Di Surabaya hampir tidak ada sungai atau saluran yang airnya nampak jernih mengalir seperti di Batu. Kondisi ini mungkin disebabkan tidak begitu banyaknya penduduk di sekitar Arboretrum Kota Batu. Sehingga, kalaupun ada yang membuang sampah sembarangan kurang begitu terlihat. Berbeda dengan Kota Surabaya yang berpenduduk jutaan dengan lahan terbatas,” kata Nyimas Salsabila.

Tidak hanya kualitas air yang membuat Caca merasa iri dengan Arboretrum Kota Batu. Namun kondisi kondisi udara yang ada di kawasan itu juga membuatnya iri jika dibandingkan dengan Kota Surabaya. “Kota Batu memiliki lahan yang luas dengan banyak hutan dan sedikit kendaraan bermotor. Cuacanya sejuk pada pagi bahkan siang hari dan dingin pada malam hari. Sedangkan penduduknya tidak banyak seperti di Surabaya dan kendaraan bermotor yang tidak banyak pula,” kata Caca.

Namun, Caca termasuk pribadi menarik yang tidak hanya bisa menuntut atau menyalahkan orang lain atau pemerintah. Caca pun memiliki beberapa rencana untuk menjadikan lingkungan hidup di Surabaya seperti yang dirasakan Caca di Batu. Diantara rencana Caca itu adalah menanam sebanyak mungkin pepohonan di lahan kosong. “Saya akan bersama-sama teman-teman di paguyuban pangeran dan puteri lingkungan hidup 2009 untuk melakukan penanaman pohon dan mengurangi penggunaan kendaraan bermotor,” kata Caca yang saat ini menjadi direktur program keluarga peduli lingkungan hidup.

Sementara itu, bagi Caca yang juga anggota tim lingkungan hidup di sekolahnya, aktif di program lingkungan hidup tidak hanya dilakukan menjelang program penganugerahan pangeran dan puteri lingkungan hidup 2009 saja. Caca sudah aktif di program lingkungan hidup sejak Juli 2007. “Waktu itu sekolah saya, SDN Kandangan III Surabaya, merintis program menuju Sekolah Peduli dan Berbudaya Lingkungan Hidup atau Sekolah Adiwiyata Nasional dengan didampingi Tunas Hijau,” kata Runner Up Puteri Lingkungan Hidup 2009 yang lahir 15 Juni 1999 ini.

Sejak Juli 1999 itu pula, siswa penghobi menyanyi dan membaca puisi ini sudah mulai bergelut dengan pengolahan sampah. “Saya tidak hanya mengetahui teori cara pengolahan sampah. Saya bahkan mempraktekkan beberapa cara pengolahan sampah sesuai dengan jenis sampahnya. Sampah kertas bisa saya oleh menjadi kertas baru. Sedangkan sampah organik bisa saya oleh menjadi pupuk kompos dengan keranjang komposter atau tong komposter,” kata Caca yang memiliki moto tanamlah sebanyak mungkin pohon. (roni)

19 Januari 2010, Finalis Puteri Lingkungan Hidup 2008 Malang Raya Mierna P: Pohon dan Hidup Kita

30 Desember 2009, Pangeran Lingkungan Hidup 2009 Malang Raya M. Assadin Nur: Sebelum Ikut PangPut, Sering Berperilaku Tidak Ramah Lingkungan

18 Desember 2009, Puteri LH 2009 Malang Raya Cherissa Wahyu Pramais: Banjir Sering Disebabkan Sampah Yang Menyumbat Saluran Air

2 Desember 2009, Runner up I Pangeran Lingkungan Hidup 2008 Malang Raya Oryza Adhitya Wardana: Kekurangan Air Bersih, Masyarakat Belanda Harus Menyaring Air Laut Yang Biayanya Sangat Mahal dan Prosesnya Sangat Lama

11 November 2009,  Firsttolia L.Y. Sugianto, Runner Up Puteri LH 2008 Malang Raya: Pernah Dipanggil Puteri Indonesia. Pernah Juga Malu Karena Tidak Tahu Nama Bunga

3 November 2009,  Pangeran Lingkungan Hidup Malang Raya 2008  M. Dakita Zulfikar:  Pengalaman Asyik Mengikuti Pangput LH 2008 se-Malang Raya

6 Oktober 2009, Runner Up II Puteri Lingkungan Hidup 2008 Malang Raya Mumtaza Noor Ashila: Asyiknya Bercocok Tanam Organik Bagi Tubuh Manusia dan Bumi

22 September 2009, Finalis Puteri Lingkungan Hidup 2009 Monica Andreas: Batasi Penggunaan Pendingin Ruangan di Rumah

15 September 2009, Runner Up IV Puteri Lingkungan Hidup 2009 Claudia Alicia Buditanoyo: Muara Sungai Wonorejo Dengan Banyak Spesies Burung Dan Sampah Non Organik

8 September 2009, Finalis Puteri Lingkungan Hidup 2009 Faradila Rizky Amalian: Ikut Mencegah Pemanasan Global Dengan Selalu Membawa Bekal Makanan Dari Rumah

1 September 2009, Puteri Lingkungan Hidup 2008 Malang Raya Kurnia Kusuma Syafitri: Sampah, Harta Karun Yang Terbuang

25 Agustus 2009, Runner Up III Puteri Lingkungan Hidup 2009 Salshabia Azura Hemat Air, Terbiasa Sikat Gigi Dengan Air Satu Gelas

20 Agustus 2009, Runner Up II Pangeran Lingkungan Hidup 2009 Gefari Perwira Zikrian: Langsung Pusing Bila Terkena Asap Rokok

12 Agustus 2009, Runner Up II Puteri Lingkungan Hidup 2009 Dania Shofi Maziyah: Hemat Listrik dan Transportasi Sangat Penting

4 Agustus 2009, Runner Up Pangeran Lingkungan Hidup 2009 Firman Syarifudin Saputra: Bangga Ikut Mempercantik Terminal Joyoboyo Pada Kampanye Udara

1 Juli 2009, Runner Up Puteri Lingkungan Hidup 2009 Nyimas Salsabila Rahma Indah Zahra Dengan Impian Lingkungan Untuk Surabaya

22 Juni 2009, Pangeran Lingkungan Hidup 2009 M. Gunawan Wibisono Dan Asyiknya Ikut PangPut

15 Juni 2009, Puteri Lingkungan Hidup 2009 Alya Thallafadhila Dan Rencana Family Tree Planting