|
22 Februari
2009
Matahari
Jangan Disimbolkan Sebagai Sesuatu Yang
Menyeramkan
Kumpulan Mural Pemanasan Global di SMKN 5
Surabaya
Lomba
Mural Pemanasan Global di SMK Negeri 5
Surabaya telah selesai. Program yang
berlangsung heboh ini membuat kagum banyak
pihak. Termasuk diantaranya adalah dua orang
juri yang sehari-harinya adalah dosen. Irfan
Wahyudi yang dosen komunikasi UNAIR Surabaya
dan Kartika Kusuma Wardhani yang dosen
komunikasi visual ITS Surabaya kagum dengan
cara penyampaian pesan para peserta.
Begitu
kagumnya, ketiga orang juri plus Afif
Amrullah, yang desain grafis Tunas Hijau,
sempat berencana meminta 10 tim terbaik
untuk presentasi hasil karyanya. Namun,
rencana ini akhirnya batal, karena
dikhawatirkan sudah banyak tim peserta yang
pulang setelah merampungkan muralnya.
Namun,
dari pelaksanaan lomba mural di SMK Negeri 5
Surabaya ini masih ada pengekspresian yang
kurang benar dari banyak tim. “Matahari,
oleh banyak peserta, masih sering dianggap
sebagai musuh bumi.
Matahari masih sering dianggap sebagai
penyebab utama dari pemanasan global.
Padahal, penyebab utamanya adalah ulah
manusia. Kesan ini nampak dari cukup banyak
mural yang menyimbolkan matahari sebagai
sesuatu yang menyeramkan,” kata Irfan
Wahyudi, dosen komunikasi UNAIR Surabaya.
Selain itu, menurut Kartika Kusuma Wardhani,
banyak mural peserta yang masih hanya
mengkritisi. ”Mural sebaiknya disisipkan
pesan upaya proaktif yang bisa dan harus
dilakukan masyarakat. Ini karena sebenarnya
ada perbedaan yang mencolok dari seni mural
jika dibandingkan dengan seni graffiti,”
kata dosen komunikasi visual Kartika Kusuma
Wardhani.
Karena luar biasanya karya-karya mural yang
dibuat oleh peserta lomba mural di SMK
Negeri 5 Surabaya, pada web ini, Tunas Hijau
menampilkan seluruh karya mural yang telah
didokumentasikan . (roni) |