|
23
Februari 2009
SD Semen Gresik Dengan Maskot Tanaman
Rosella
Peninjauan Tim Evaluasi Adiwiyata Jawa Timur
SD
Semen Gresik sudah beberapa tahun terakhir
ini menjadikan tanaman rosella sebagai
maskot sekolah. Di sekolah ini, tanaman
rosella tidak hanya ditanam dalam jumlah
banyak dengan melibatkan siswa. Namun,
sekolah melalui beberapa aktivitas
pembelajaran juga mencoba memanfaatkan
tanaman rosella ini untuk beberapa
keperluan. Ada pemanfaatan untuk sirup,
selai dan puding. Ini disampaikan saat
peninjauan tim evaluasi Adiwiyata Jawa Timur
di sekolah ini, Senin (23/2).
Cara membuat minuman segar bunga rosella
cukup mudah. Rebus air hingga mendidih.
Kemudian masukkan bunga rosella yang sudah
dipisahkan dari bijinya. Untuk satu gelas
250 cc cukup 3-4 bunga rosella. Angkat dan
biarkan selama 10 menit. Tambahkan gula
sesuai selera dan biarkan selama kurang
lebih dua menit. Minuman siap dihidangkan
hangat atau dingin.
Di
SD Semen Gresik, dipilihnya tanaman rosella
sebagai maskot karena tanaman yang identik
dengan bunga merah ini memiliki banyak
fungsi. Diantara banyak fungsinya adalah
antiseptik usus, mengurangi batuk dan
mematikan mycobacterium tuberculosis
penyebab TBC. Fungsi lainnya adalah anti
kejang, menurunkan tekanan darah, mencegah
serangan jantung dan mengobati cacingan.
Di
sekolah yang beralamat di Jl. Tauchid,
komplek perumahan PT. Semen Gresik Tubanan
Gresik, ini juga sudah diberlakukan
pembatasan jenis barang yang boleh dibawa ke
sekolah. Jadi, jangan harap jenis sampah
plastik dan strofoam bisa ditemukan dengan
mudah di kawasan sekolah. Kalaupun ditemukan
jenis sampah plastik di sekolah, itu adalah
sampah plastik yang dibawa oleh tamu sekolah
setelah aktivitas belajar mengajar.
Sekolah ini menyediakan tempat sampah
terpilah khusus kertas, plastik dan sampah
organik. Tempat sampah terpilah ini terdapat
di depan semua ruang kelas. Selain itu,
pengolahan sampah lebih lanjut juga sudah
dilakukan di sekolah ini. Pengolahan sampah
tidak hanya dilakukan oleh petugas
kebersihan yang sengaja dibayar. Para siswa
juga dilibatkan pada pengolahan sampah di
sekolah.
Mereka
yang terlibat pada pengolahan sampah sekolah
diwadahi dengan Patroli Lingkungan dan
Keamanan Sekolah (PLKS). Jumlah siswa yang
terlibat pada PLKS ada sekitar 30 orang.
Mereka adalah perwakilan dari seluruh kelas.
Biasanya, PLKS bertugas pada saat istirahat
sekolah dan beberapa menit sesudahnya.
Tugasnya memindahkan sampah yang telah
terpilah di tiap kelas ke tempat penampungan
sampah sementara sekolah.
Khusus jenis sampah kertas yang cukup banyak
dihasilkan, setelah banyak terkumpul,
sekolah menjualnya pada pengepul. Uang yang
didapat biasanya digunakan untuk menambah
peralatan kebersihan di tiap-tiap kelas.
Sementara itu, jenis sampah organik yang
banyak dihasilkan sekolah ini adalah
dedaunan kering. Sampah organik yang
dihasilkan pun juga diolah menjadi pupuk
kompos dengan menggunakan tong-tong
komposter sederhana.
Panasnya
udara yang menjadi ciri khas hampir setiap
tempat di Gresik, ternyata tidak berlaku di
komplek sekolah ini. Suasana cukup sejuk ini
tidak hanya karena sekolah berada di
perumahan karyawan PT. Semen Gresik yang
banyak pepohonan peneduhnya. Di sekolah ini
juga banyak pepohonan peneduh. Taman-taman
kelas juga banyak terdapat di pekarangan
sekolah.
Setiap siswa juga mempunyai tanaman asuh
dalam pot yang dibawa dari rumah. Setiap
siswa bertanggung jawab pada kelangsungan
hidup masing-masing tanaman asuhnya. Caranya
tidak hanya dengan menyiram tanaman asuhnya
secara berkala. Setiap siswa dituntut juga
melakukan pengamatan pertumbuhan tanaman
asuhnya. Hasil pengamatan ditulis pada
lembaran yang ditempelkan di ruangan kelas
masing-masing.
Instalasi pengolahan air limbah sederhana
dioperasikan di sekolah ini. Dengan
instalasi ini, warga sekolah tidak boleh
lagi mencuci karpet, kain pel dan sejenisnya
di sembarang tempat. Aktivitas mencuci
barang-barang jenis ini harus dilakukan di
tempat khusus yang tersambung pada instalasi
sederhana ini. Beberapa sumur resapan
biopori juga ditanam di area taman sekolah.(roni) |