|
2 Juli 2009
Workshop
Pengolahan Sampah Basah di SMP Negeri 39
Surabaya
Semangat
untuk meningkatkan kualitas lingkungan hidup
di sekolah yang dimiliki anggota tim
lingkungan hidup SMP Negeri 39 Surabaya
patut dicontoh siswa sekolah lain. Di saat
semua siswa menikmati liburan bersama
keluarga, tim lingkungan SMP Negeri 39
Surabaya yang berjumlah sekitar 15 orang
masih menyisihkan waktu datang ke sekolah
untuk mengikuti workshop pengolaan sampah
daun yang diadakan Tunas Hijau, Kamis (2/7).
Jumlah
yang ikut kegiatan tersebut memang sedikit
jika dibandingkan dengan total anggota tim
lingkungan hidup SMP Negeri 39 Surabaya yang
sekitar 100 siswa. Namun, hal itu tidak
membuat mereka patah semangat untuk
mengikuti kegiatan tersebut. Workshop
tersebut ternyata berjalan cukup seru,
mengingat selain aktivis Tunas Hijau yang
hadir, kegiatan tersebut juga dihadiri oleh
2 mahasiswa dari China dan Hongkong yang
magang di Tunas Hijau selama 2 bulan.
Sekitar
45 menit aktivis senior Tunas Hijau Bram
Azzaino memberikan pembekalan kepada 15
anggota lingkungan SMP Negeri 39 Surabaya
tentang pengolahan sampah daun di sekolah.
Bram mengawali penjelasannya tentang tujuan
mengolah sampah basah. Menurut Bram, tujuan
pengolahan sampah daun selain mengurangi
jumlah sampah yang dihasilkan sekolah,
pengolahan ini juga bermanfaat untuk
mengurangi gas metana yang berpotensi muncul
dari sampah basah. “Gas metana merupakan
salah satu gas rumah kaca penyebab pemanasan
global,” kata Bram.
Selain
penjelasan tentang pengolahan sampah daun, 2
mahasiswa dari luar negeri juga menyampaikan
tentang kondisi negaranya masing-masing,
yakni kondisi China dan Hongkong. Menurut
dua mahasiswa tersebut, Indonesia merupakan
negara yang baik dengan penduduk yang ramah.
Namun perbedaan yang sangat jelas adalah
kebiasaan masyarakat Indonesia dengan
Hongkong atau China dalam hal perilaku
membuang sampah. Menurut Ivone mahasiswa
dari China, di Surabaya banyak sekali
ditemukan sampah-sampah yang berserakan di
berbagai tempat terutama di sungai-sungai.
Di
akhir kegiatan, seluruh anggota tim
lingkungan SMP Negeri 39 Surabaya bersama
Tunas Hijau dan dua mahasiswa asing memasang
komposter pengolahan daun yang ditempatkan
di dekat green house SMP Negeri 39
Surabaya. “Saya harap anak-anak tidak hanya
saat ini saja mengisi komposter ini. Namun
setiap hari komposter ini perlu diisi dengan
daun-daun yang jatuh,” pesan Tri Astutik
guru IPA yang merangkap menjadi guru
koordinator lingkungan hidup di SMP Negeri
39 Surabaya. (adetya) |