|
|
|
|
25 Agustus 2007
Lomba Mural Pesan Lingkungan Hidup di SMA Negeri 11 Surabaya
Dyah Katarina Bambang DH Ikut Menggambar
Kesan kumuh yang
sebelumnya nampak pada dinding SMA Negeri 11 Surabaya kini
mulai hilang. Kedua sisi bagian dalam dinding sekolah itu
berubah indah dan sedap dipandang. Goresan tangan para siswa
telah merubahnya menjadi penuh gambar berpesan lingkungan
hidup. Goresan tangan yang terarah itu dikemas dalam Lomba
Mural Pesan Lingkungan Hidup, yang diselenggarakan Tim
Lingkungan Hidup SMA Negeri 11 Surabaya bersama Klub Tunas
Hijau, Sabtu, 25 Agustus 2007.
more
|
|
25 Agustus 2007
‘Sampahku Tanggung
Jawabku’
Penyuluhan Kebersihan
& Penghijauan DKP Surabaya
Dinas Kebersihan dan Pertamanan Kota
Surabaya bersama Tunas Hijau
menyelenggarakan Sosialisasi Program
Kebersihan dan Penghijauan Lingkungan
Sekolah, Sabtu (25/8). Kegiatan dalam rangka
persiapan Program Adipura 2008 itu
diselenggarakan di Taman Flora Bratang,
Surabaya. Tercatat 25 sekolah dengan
masing-masing empat siswa per sekolah
mengikuti kegiatan ini. Keduapuluh lima
sekolah itu merupakan sekolah-sekolah
pantauan Adipura 2008.
more
|
|
23
Agustus 2007
Karnaval HUT RI ke-62,
Pacet
“Pohon Dan Sumber Air
Terakhir Telah Mati“
Kesibukan
berbeda terlihat di halaman depan Hotel
Sativa, salah satu hotel di Pacet, Kabupaten
Mojokerto. Maklumlah, halaman hotel ini
selalu menjadi langganan sebagai tempat
pemberangkatan karnaval peringatan HUT
Kemerdekaan Republik Indonesia. Kegiatan
tahunan yang diselenggarakan oleh Dinas
Pendidikan Kecamatan Pacet, Mojokerto ini
menjadi kegiatan unggulan. Setiap kontingen
dari dusun-dusun, kelompok masyarakat, dan
instansi pendidikan di wilayah Kec. Pacet,
Mojokerto berlomba menampilkan kreasi dalam
berbagai hal.
more
|
|
22 Agustus
2007
Gerakan Sejuta Pohon
Perlambat Perubahan Iklim
Perubahan Iklim benar-benar menyita
perhatian publik saat ini, mulai komunitas
yang ahli dalam hal tersebut sampai kalangan
masyarakat biasa di seluruh dunia. Fenomena
alam yang terjadi akhir-akhir ini membuat
banyak sekali masyarakat resah. Diantaranya
banjir terburuk selama kurun waktu 60 tahun
di Inggris sampai peristiwa suhu terpanas
yang dialami oleh Tiongkok.
Fenomena ini tidak lepas dari aktivitas
manusia abad 21 yang cenderung
mengesampingkan keberadaan lingkungan.
more |
|
18 Agustus
2007
Ajak
Warga Wisma Tropodo
Waspadai Perubahan Iklim
Aktivis senior Tunas Hijau Black mengajak
warga Perumahan Wisma Tropodo Sidoarjo
mencegah terus berlanjutnya perubahan iklim.
Caranya, menurut Black dengan memanfaartkan
lahan sekitar kita untuk pepohonan.
”Bapak-bapak dan Ibu-ibu sekalian, bumi kita
sedang di awal bencana besar. Bencana ini
merupakan bermuaranya berbagai permasalahan
lingkungan hidup di muka bumi,” kata Black
di panggung terbuka Bazar Kemerdekaan RI
ke-62 di Wisma Tropodo, Sidoarjo, 18 Agustus
2007. more |
|
18
Agustus 2007
Kurangi Sampah,
Kandaga Minta Siswa
Bawa Alat Makan dan Minum Dari Rumah
Kepala SDN Kandangan III (Kandaga) Sumiatun
nampak menegur salah seorang siswanya yang
sedang minum dengan menggunakan kantong
plastik dan sedotan. ”Kok minum tidak
menggunakan gelas yang kamu bawa dari rumah.
Mengapa?” tanya Sumiatun pada salah seorang
siswa. Siswa itu pun menjelaskan kalau dia
lupa tidak membawa peralatan makan dan minum
dari rumah. ”Tadi lupa tidak bawa piring dan
gelas dari rumah, Bu,” jawab si anak.
Mendengar jawaban itu, Sumiatun meminta si
anak tidak lagi lupa membawa peralatan makan
dan minum dari rumah pada mulai Senin
berikutnya. more |
|
18 Agustus 2007
Bazar Ramah Lingkungan, Minum Pun Menggunakan Gelas Bambu
Bazar sekolah
tidak selalu identik dengan sampah non organik yang banyak
dihasilkan. Seperti di SMA Negeri 11 Surabaya, Sabtu (18/8),
sampah non organik yang dihasilkan pada bazar sekolah ini
nyaris tidak ada. Maklum, setiap stan penjual yang merupakan
perwakilan kelas, diminta tidak menjual makanan dan minuman
dengan menggunakan kemasan non organik. Fenomena ini nampak
beda dari kebanyan bazar yang seringkali diadakan.
more |
|
17
Agustus 2007
Ajari Daur Ulang Kertas
Keluarga Karyawan AUTO 2000 HR Muhammad
Tunas
Hijau memberikan workshop daur ulang kertas bagi keluarga
karyawan AUTO 2000 HR Muhammad Surabaya, Jumat, 17 Agustus
2007. Dengan bimbingan aktivis Tunas Hijau Satuman, ibu-ibu
istri karyawan AUTO 2000 HR Muhammad Surabaya ini mendapat
pengetahuan tentang proses daur ulang kertas bekas menjadi
kertas baru. “Kertas yang akan didaur ulang sebaiknya
direndam dalam air, kemudian disobek-sobek dalam rendaman.
Untuk memperhalus hingga menjadi bubur kertas harus
digunakan alu atau blender listrik atau blender
manual,“ kata Satuman.
more |
|
17 Agustus 2007
Kebiasaan Itu Mulai
Terkikis
Iwan terlihat
tergesa-gesa menghabiskan minumannya, sesaat setelah dia
mendengar bel tanda masuk kelas berbunyi. Bukan hanya Iwan
yang terlihat seperti itu, tapi juga teman-temannya yang
sedang menghabiskan waktu istirahat di kantin SMA Negeri 11
Surabaya. Tidak ada yang aneh dari kejadian itu. Kalau
dilihat lebih jauh, ada satu hal yang membuat perbedaan
antara SMA Negeri 11 dengan sekolah SMA lain di Kota
Surabaya. Perbedaan itu adalah hampir semua minuman yang
diperjualbelikan di kantin sekolah mulai menggunakan gelas.
more
|
|
16 Agustus 2007
Susah Senang
Jadi Pejuang Lingkungan SMP Negeri 26 Surabaya
Dengan
sisa tenaganya, Sam bersama ketiga temannya memasuki areal
parkir belakang SMP Negeri 26 Surabaya. Sesampai di areal
parkir belakang, keempat siswa SMP Negeri 26 Surabaya
tersebut segera mengembalikan 2 gerobak sampah. Capek, panas
dan haus itulah yang tersirat dari raut muka mereka.
Sesekali Sam yang perawakannya lebih tinggi mengusap dahinya
yang penuh keringat dengan menggunakan kaos seragam sekolah
yang melekat di tubuhnya. Begitulah kiranya aktivitas
sehari-hari yang dilakukan oleh Tim Lingkungan Hidup SMP
Negeri 26 Surabaya dalam mewujudkan mimpi mereka, sekolah
peduli berbudaya lingkungan hidup.
more
|
|
15 Agustus 2007
Pengorbanan
Yang Membuahkan Hasil
Tim Lingkungan Hidup SMA Negeri 11 Surabaya
Tidak pernah
terpikir dalam benak Galih, siswa kelas XI SMA Negei 11
Surabaya, untuk menangani permasalahan lingkungan di
sekolah. Mulai menyiram semua pepohonan hutan sekolah hingga
mengumpulkan sampah dilakukan Galih. Bukan hanya Galih yang
menangani lingkungan hidup di sekolah, tapi juga ada
12 siswa lainnya yang ikut ambil bagian.
more
|
|
15 Agustus 2007
Tindakan
Sederhana Yang Berdampak Besar Terhadap Lingkungan

Tidak ada yang
istimewa dari penampilannya. Perawakan kurus dan berkaca
mata, sama seperti layaknya guru-guru yang mengajar di SMA
Negeri 11 Surabaya. Dia dikenal sebagai guru yang murah
senyum oleh kalangan siswa SMA Negeri 11 Surabaya, terutama
siswa kelas XII. Hari Sutanto, itulah namanya. Sehari-hari
dia mengajar pelajaran Biologi. Sejak tahun 1984, dia sudah
mengabdikan dirinya di SMA Negeri 11 Surabaya.
more
|
|
13-14 Agustus 2007
Bersih-Bersih Sampah
dan Bermain Ular Tangga Raksasa
Kemah Ulang Tahun Pramuka di Desa Sajen,
Pacet
Sejumlah 700 anak peserta kemah ulang tahun
Pramuka Kecamatan Pacet melakukan
Bersih-Bersih areal perkemahan.
Bersih-bersih ini dikemas dalam bentuk
permainan yang menarik. Menurut penjelasan
Rebby Dwi Prataopu, sekretaris Saka
Wanabakti Pacet, awalnya bersih-bersih ini
tidak ada dalam agenda kegiatan, namun
sengaja disisipkan untuk membentuk kebiasaan
bertanggung jawab terhadap sampah.
more |
|
12 Agustus 2007
Walikota Surabaya Siap
Sukseskan Children Conference on Climate
Change 2007 di Surabaya
Tunas Hijau audensi rencana CCCC 2007 dengan
Walikota Surabaya
Rencana
Tunas Hijau untuk menyelenggarakan Children
Conference on Climate Change Nopember 2007
di Kota Surabaya mendapat dukungan Walikota
Surabaya Bambang Dwi Hartono. Dukungan
Walikota Surabaya dan pemerintah Kota
Surabaya itu disampaikan Bambang saat
menerima audensi rombongan Klub Tunas Hijau
di ruang kerjanya, Selasa, 12 Agustus 2007
pagi. “Saya menyambut baik rencana aktivis
lingkungan hidup Tunas Hijau menggelar
Children Conference on Climate Change 2007
di Surabaya,” kata Bambang DH yang saat itu
ditemani Kepala Dinas Pendidikan Kota
Surabaya Sahudi dan Kepala Badan
Pengendalian Lingkungan Hidup (BPLH) Kota
Surabaya Togar Arifin Silaban.
more |
|
10-12 Agustus 2007
'Understanding of Climate
Change' Smada Green Generation
Dusun Mligi, Desa Claket, Kec Pacet
Desa Claket, Pacet, Mojokerto
adalah daerah perbukitan. Tidak heran suhu udara di daerah
itu cukup dingin, apalagi bagi kebanyakan orang dari
Surabaya. “Wuih, dingin sekali airnya,” kata Defina, siswa
kelas 2 SMAN Negeri 2 Surabaya, saat merasakan dinginnya air
di Desa Claket pada pelaksanaan pelatihan lingkungan hidup
‘Understanding of Climate Change’, 10-12 Agustus 2007. Pelatihan
ini diikuti 40 siswa SMAN 2 Surabaya dan dipandu aktivis
Tunas Hijau Club dan Saka Wanabakti Pacet.
Kegiatan diawali di balai
Desa Mligi dengan workshop lingkungan hidup yang diikuti
oleh Karang Taruna Dusun Claket dan Dusun Mligi. Pada
workshop ini dibahas perubahan iklim dan kontribusi manusia
terhadap perubahan iklim tersebut. Dalam sesi tanya jawab
banyak pertanyaan yang terlontar dari anggota karang taruna.
Misalnya saja Khamdi, anggota karang taruna yang juga siswa
kelas 2 Madrasah Aliyah (setingkat dengan SMA). Khamdi
bertanya “Apakah perubahan iklim dapat dicegah?” Pertanyaan
ini dijawab dengan sigap oleh Guntur, siswa SMAN 2 bahwa
perubahan iklim tidak dapat dicegah karena ini adalah proses
alam, tetapi dewasa ini aktifitas manusia yang menghasilkan
emisi gas buang cenderung mempercepat proses perubahan iklim.
more
|
|
10
Agustus 2007
Kerahkan Siswa
Bersihkan Dan Hijaukan Lahan Sekolah,
SMP Negeri 26 Ternyata
Hobi Bakar Sampah
Kucuran
keringat membasahi muka Audi, meskipun Audi
nampak tak menghiraukannya. Dengan sabar dia
memunguti sampah yang ada di depannya.
Sampah kemudian dibuangnya sesuai dengan
jenis sampahnya. Bukan hanya Audi yang
melakukan hal ini. Ratusan teman-temannya
juga nampak bahu membahu membersihkan sampah
di halaman belakang sekolahnya.
Kegiatan itu dilakukan Audi dan
teman-temannya Jumat, 10 Agustus 2007 oleh
Klub Tunas Hijau beserta Tim Hijau SMP
Negeri 26 Surabaya.
more |
|
10 Agustus 2007
Sampah Organik Menghasilkan Mikroorganisme
Kunjungan ke Rumah Kompos Bratang Surabaya
Dengan serta merta seluruh
siswa menutup hidung masing-masing ketika memasuki
pekarangan rumah kompos Bratang Surabaya. Maklum, bau sampah
yang menyengat mulai mereka rasakan. Tidak sedikit dari
mereka, lima puluh siswa SDK Santa Theresia I Surabaya dan
SMP Negeri 29 Surabaya, yang menjadikan tangannya sebagai
kipas hanya untuk memberi udara segar pada hidung.
more |
|
9 Agustus 2007
KTH Ajak Siswa SMPN 29
Mendatangkan Burung dan Kupu-Kupu
Tidak
banyak orang yang mau mengurangi jumlah
sampah yang dihasilkan.
Kecenderungan
yang terjadi saat ini, pada kebanyakan orang,
hanyalah memindah sampah ke tempat sampah.
Setelah sampah berada di tempat sampah, maka
urusan penghasil sampah tersebut bisa
dianggap selesai. Fenomena seperti ini,
menurut aktivis senior Tunas Hijau Mochamad
Zamroni, yang mengakibatkan bermunculannya
gunung-gunung baru, yaitu gunung sampah, di
setiap kota dan kabupaten di Indonesia.
more |
|
9 Agustus 2007
Dyah Katarina
Bambang DH Salut SDK Santa Theresia I Surabaya

Joanni, 10, nampak
tergopoh-gopoh membawa keranjang komposter dari ruang
serbaguna SDK Santa Theresia I Surabaya.
Dia juga meminta
teman-temannya sesama kader Adiwiyata untuk mempersiapkan
diri dengan proyeknya masing-masing. Maklum Dyah Katarina,
istri Walikota Surabaya, yang juga Ketua Tim Penggerak PKK
Kota Surabaya, sudah datang di SDK Santa Theresia I pada
Kamis pagi 9 Agustus. more
|
|
5 Agustus 2007
Menuju Sekolah Berbudaya
Lingkungan,
Ajak Siswa SDN Kandangan
III Kerja Bakti dan Pemilahan Sampah
Sudah menjadi
agenda tahunan, SD Negeri Kandangan III mengadakan kerja
bakti menyosong HUT Kemerdekaan Republik Indonesia. Tetapi,
Minggu, 5 Agustus 2007, sebanyak 240 siswa terdiri dari
siswa kelas IV, V dan V melaksanakan kerja bakti dengan
tujuan lain, yakni mewujudkan sekolah peduli dan berbudaya
lingkungan hidup. Bersama Tunas Hijau, Dinas Kebersihan dan
Pertamanan Kota Surabaya, AUTO 2000 HR Muhammad dan Harian
Surya, siswa beserta guru diajak membersihkan sekolah,
menata ulang letak tanaman serta tanam pohon.more
|
|
4 Agustus 2007
Menuju Sekolah Berbudaya Lingkungan Hidup,
Ajak SMA Negeri 11 Surabaya Buat Hutan Sekolah
Klub Tunas Hijau
bersama AUTO 2000 HR Muhammad Surabaya dan Harian Pagi Surya
menggelar aksi nyata guna mewujudkan SMA Negeri 11 Surabaya
Peduli dan Berbudaya Lingkungan Hidup, Sabtu, 4 Agustus
2007. Diikuti seluruh siswa dan guru SMA Negeri 11, kegiatan
dimulai dengan bersih-bersih kelas masing-masing. Sebenarnya
SMA Negeri 11 Surabaya menggunakan sistem moving class,
dimana siswa tidak mempunyai kelas tetap. Tetapi, guna
mewujudkan Sekolah Peduli dan Berbudaya Lingkungan Hidup,
sekolah membuat satu kebijakan, yaitu memberikan siswa
sebuah kelas induk.
more
|
|
2 Agustus
2007
Bersih
dan Hijaunya Sekolah Bukan Tanggung Jawab Cleaning
Service
Workshop Lanjutan Sekolah Berbudaya
Lingkungan di SMA Negeri 11 Surabaya
Bersama
OSIS SMA Negeri 11 Surabaya, KTH mengajak
105 siswa perwakilan seluruh kelas untuk
mengikuti workshop lingkungan hidup di SMA
Negeri 11 Surabaya, Kamis, 2 Agustus 2007.
Pada worksop lanjutan ini, KTH menjelaskan
bahwa baik dan buruknya kondisi lingkungan
hidup di sekolah sangat tergantung pada
perilaku seluruh seluruh warga sekolah.
“Tidak hanya kepala sekolah dan cleaning
service saja. Melainkan tanggung jawab
bersama siswa, guru, pimpinan sekolah dan
elemen yang lainnya,” kata koordinator KTH
Aris Sulistiyanto.
more |
|
1 Agustus 2007
Workshop ‘Pelajar…
Perusak atau Penyelamat Lingkungan’
Samar-samar
terdengar canda tawa siswa SMP Negeri 26 Surabaya yang
berasal dari Ruang Laboratorium Biologi pada Rabu, 31 Juli
2007. Ternyata di ruangan yang berukuran 10 x 8 meter sedang
digelar workshop ‘Sekolah Berbudaya Lingkungan Hidup’
Tunas Hijau bersama OSIS SMP Negeri 26 Surabaya.
Workshop lingkungan yang digelar tersebut adalah workshop
lanjutan 29 Juli 2007 di AUTO 2000 HR Muhammad Surabaya.
Workshop lanjutan ini diadakan dengan tema ‘Pelajar...
Perusak Atau Penyelamat Lingkungan?’more
|
|