|
|
|
|
23 - 24 April 2008
Cycling Campaign Earth Day 2008 Tunas Hijau
Issue
pemanasan global yang berakibat pada
perubahan iklim menjadi fokus utama kampanye
hari bumi yang dilaksanakan oleh Club Tunas
Hijau. Salah satu kegiatan yang dilaksanakan
adalah Cycling Campaign Earth Day 2008.
Kegiatan yang digelar 23-24 April 2008 ini
dilaksanakan dalam bentuk bersepeda keliling
kota Surabaya dengan membawa pesan-pesan
pengurangan pemanasan global dan perubahan
iklim, diantaranya “Kick
the
CO2 Habit” dan “Demi Bumi Kurangi Emisi”.
Selama kampanye bersepeda aktivis-aktivis
muda Enviro Defender Tunas hijau
mampu menarik perhatian masyarakat dengan
dandanan yang unik. Surya misalnya, siswa
kelas XI SMATAG 1945 Surabaya ini berdandan
ala ‘eksekutif muda’ lengkap dengan celana,
dasi serta jas dengan warna senada dengan
kemeja. Tak ketinggalan tas koper, dan kaca
mata hitam bermerek ‘discovery’ juga melekat
sebagai simbol ‘eksekutif muda’.
more
|
|
21 April 2008
PERINGATI HARI BUMI, KAMPANYE KURANGI
KARBONDIOKSIDA
Ratusan
pelajar SMA di Surabaya yang tergabung Tunas
Hijau berdiri memanjang di depan Taman
Bungkul Surabaya, 21 April 2008. Mereka
berasal dari SMA Negeri 5, SMA Negeri 2, SMA
Negeri 9, SMA Negeri 11, SMA Negeri 20, SMA
17 Agustus 1945, SMA Barunawati, SMK 17
Agustus 1945, SMA Hangtuah, SMK Negeri 1 dan
SMA Giki 2 Surabaya. Sebagian dari mereka
adalah anggota Paskibra (Pasukan Pengibar
Bendera) di sekolah masing-masing. Aktivitas
itu diselenggarakan dalam rangka kampanye
Hari Bumi, yang diperingati setiap 22 April.
Di
tengah padatnya pengguna Jalan Raya Darmo
karena jam pulang kerja, lebih dari 150
pelajar tersebut meneriakkan yel-yel yang
berisi ajakan mengurangi aktivitas yang
menghasilkan Karbondioksida (CO2). Mereka
juga membawa spanduk dan karton berisikan
informasi perubahan iklim.
more
|
|
20
April 2008
Bersih-Bersih Pantai Peringati Hari Bumi
“Maknai Hari Bumi Dengan Tindakan Nyata
Sekarang Juga” menjadi tema yang
diangkat Klub Tunas Hijau pada Bersih-Bersih
Pantai Kenjeran Surabaya, Minggu, 20 April
2008.
Kegiatan yang diikuti sekitar 2400 siswa SD,
SMP dan SMA di Surabaya Utara ini bermaksud
mengajak masyarakat dan pelajar untuk tidak
menjadikan sungai dan lautan sebagai tempat
sampah raksasa.
Berdasarkan
fakta di lapangan, saat ini kondisi pantai
kenjeran tidak seindah dulu dan bahkan
pengunjung yang datang kesana terkesan acuh
dengan kondisi pantai yang kotor. “Dahulu
pantai Kenjeran masih dapat dikatakan bersih
karena tidak banyak pedagang yang berjualan.
Namun sekarang tidak hanya sampah yang
terbawa saat air laut pasang tetapi juga
sampah yang dibuang oleh pengunjung,” kata
Septian Yudha Direktur Bersih-Bersih
Pantai Kenjeran Tunas Hijau.
more
|
|
19 April 2008
Tasya Olah Sisa Makanan Jadi Kompos
Beruang-beruang
kutub bangun dari tidurnya lebih awal di
musim dingin, Australia mengalami kekeringan
terparah sepanjang 100 tahun terakhir dan
angin topan berulang kali menghantam
Florida, Amerika Serikat. Apa yang terjadi?
Ya, dunia tengah mengalami perubahan sebagai
akibat naiknya suhu rata-rata permukaan bumi
atau dikenal dengan istilah global
warming atau pemanasan global.
Jika tidak
dihentikan atau setidaknya dihambat,
perubahan iklim tersebut jelas mengancam
keberadaan bumi beserta makhluk hidup dan
isinya. Itu sebabnya berbagai upaya
dilakukan oleh berbagai pihak termasuk
diantaranya anak-anak. Pada November 2007,
di Surabaya, anak-anak dari 8 negara, yaitu
Rusia, Haiti, Australia, Malaysia, Srilanka,
Kamerun, Korea dan Indonesia mengikuti
Children Conference on Climate Change 2007
yang digelar oleh Klub Tunas Hijau
- kids & young people do actions for a
better earth
dan PT. Freeport Indonesia.
more
|
|
19 April 2008
Ajak Perbanyak Suplai Oksigen, Bagikan Bibit
Matoa dan Lidah Mertua
Masih
dalam rangkaian Climate Change Goes to
Schools Jakarta 2008 kerjasama PT.
Freeport Indonesia dan Tunas Hijau,
seratus tanaman Lidah Mertua dan seratus
bibit pohon Matoa dibagikan pada beberapa SD
dan SMP di Jakarta Selatan.
Pembagian itu dilaksanakan di pelataran SMPN
227, Jl. Masjid Al Fajri, Pejaten Barat,
Jakarta Selatan, 19 April 2008. Disaksikan
artis penyanyi remaja Tasya dan Kepala SMPN
227 Jakarta, Direktur Utama PT. Freeport
Indonesia Armando Mahler melakukan sendiri
pembagian tanaman Lidah Mertua dan bibit
pohon Matoa pada perwakilan siswa sepuluh SD
dan SMP yang hadir.
more
|
|
15 April 2008
Animo Besar, Pemandu Workshop Dikeroyok
Siswa
Setelah sukses mengadakan workshop di SDN
Pejaten Barat 11 Jakarta Selatan, tim
Climate Change Goes to Schools Jakarta 2008
membidik SDN Duren Tiga 7 Pagi Jakarta
Selatan sebagai sekolah sasaran workshop
perubahan iklim berikutnya.
Meski dengan birokrasi yang begitu mendadak,
namun workshop yang diselenggarakan Klub Tunas
Hijau dan PT.
Freeport Indonesia pada Selasa, 15 April 2008 itu
dapat berlangsung dengan cukup lancar. “Maaf
ya, Mbak. Saya pikir ini acara promosi
produk begitu, makanya tadi saya sempat ragu,”
ujar Kepala Sekolah SDN Duren Tiga 7 Pagi
itu. “Maklum saja, ijin workshop kan baru
diurus dua jam sebelum kegiatan,” tambahnya
seraya tersenyum.
more
|
|
14 April 2008
Main Ular Tangga Raksasa
di SDN Pejaten Barat 11 Jakarta,
Tiap Kelas Saling
Tantang
Climate Change Goes to Schools Jakarta 2008
yang diselenggarakan Klub Tunas Hijau
dan PT. Freeport Indonesia akhirnya
sampai di SDN Pejaten Barat 11 Jakarta
Selatan. Kali ini, para siswa kelas tiga
hingga kelas lima di sekolah itu mendapat
kesempatan mengikuti workshop singkat
mengenai perubahan iklim.
Menariknya, workshop ini tak sekedar diskusi
perubahan iklim yang membahas penyebab,
dampak, dan solusinya. Tetapi workshop ini
juga mengajak anak-anak mencari tahu lebih
tentang perubahan iklim beserta contoh aksi
nyata melalui permainan ular tangga ukuran
raksasa. Tak heran jika animo anak-anak
dalam mempelajari perubahan iklim semakin
besar. Apalagi tersedia ratusan komik dan
permainan ular tangga bagi siswa yang
terpilih menjadi pemenang dalam permainan
itu.
more
|
|
13 April 1008
Pelatihan
Lingkungan Hidup Pelajar SD Se-Surabaya
Langit Kota
Surabaya yang diselimuti mendung dan gerimis seakan tak
mampu menghentikan canda tawa dari 100 anak-anak SD Peserta
Pelatihan Lingkungan Hidup se-Surabaya BPLH Kota Surabaya
selama perjalanan di dalam bus.
Celoteh riang anak-anak silih
berganti membuat cukup riuh suasana di dalam bus. Selepas
mengikuti pembukaan di ruang sidang Wali Kota Surabaya pada
pukul 07.30, mereka pun mengawali kegiatan dengan
mengunjungi LPA Sampah Benowo.
more
|
|
12 April
2008
Direktur Diplik Promo
Rencana Youth Camp on Climate Change
Bersama
Tunas Hijau di Surabaya
Di sela-sela
tanam pohon Matoa di SMP Negeri 182 Jakarta Selatan, 12
April, Direktur Diplomasi Publik Departemen Luar Negeri Umar
Hadi mempromosikan rencana Youth Camp on Climate Change
(YCCC) di Surabaya, Juli 2008. Promosi ini disampaikan Umar
Hadi pada peserta Tanam Pohon Matoa dan beberapa media yang
meliput tanam pohon ini. YCCC 2008, menurut Umar Hadi,
merupakan implementasi dari Youth Interfaith Forum
atau Forum Pemuda Antar Agama, yang tahun ini Indonesia
menjadi tuan rumahnya. more
|
|
12
April 2008
Tanam Pohon
Matoa Besar dan Pesta Melukis 100 meter Dinding
di SMP Negeri
182 Jakarta Selatan
PT. Freeport
Indonesia dan Klub Tunas Hijau – Kids & Young People Do
Actions For A Better Earth, yang bermarkas di Kota
Surabaya, dalam rangka Hari Bumi 22 April mengadakan Tanam
50 Pohon Langka Matoa (tinggi 2,5 meter) dan Pesta Mural
(melukis pada dinding dengan pesan) Pemanasan Global pada
100 meter dinding bagi siswa SMP di SMP Negeri 182 Jakarta,
Jl. Empang Tiga Kalibata (Kalibata Timur) Jakarta Selatan.
Kegiatan dalam
rangkaian Climate Change Goes To Schools Jakarta ini
dilaksanakan Sabtu, 12 April 2008 mulai pukul 07.30 wib.
Artis penyanyi soundtrack film ’Virgin’ Ika Putri dan
Direktur Diplomasi Publik Deplu (Diplik) Umar Hadi bersama
400 pelajar dan guru SMP Negeri 182 Jakarta juga nampak ikut
serta.
Selesai tanam
pohon, Ika Putri tidak hanya menyanyikan lagu-lagu hitnya
”Aku Perawan”. Ika juga mengajak segenap warga SMP Negeri
182 Jakarta untuk mewaspadai perubahan iklim dengan
menghemat listrik, menanam pohon, mengolah sampah dan
membiasakan bersepeda. more
|
|
11 April 2008
Gelar Ular
Tangga Perubahan Iklim di SMPN 227 Jakarta
Memanfaatkan
waktu istirahat siswa SMP Negeri 227 Jakarta, Tunas Hijau
menggelar permainan ular tangga perubahan iklim ukuran 6 x 6
meter. Permainan ini cukup mendapat respon dari para siswa
yang sedang istirahat, meskipun respon yang didapat tidak
sebesar saat di SMP Negeri 182 Jakarta, sehari sebelumnya.
Maklum, waktu istirahat yang hanya 15 menit, biasanya
digunakan para siswa untuk makan dan minum. Tidak heran jika
para siswa yang bermain ular tangga ini dengan membawa
makanan dan minumannya yang belum habis.
Kegiatan ini digelar dalam rangkaian Climate Change Goes
to Schools Jakarta 2008, yang merupakan kerja bareng
PT. Freeport Indonesia dan Tunas Hijau –
kids & young people do actions for a
better earth.
|
|
10
April 2008
Ular Tangga
Perubahan Iklim Dikerubuti Siswa SMPN 182 Jakarta
Ular
Tangga ukuran raksasa 6 x 6 meter tema perubahan iklim karya
Tunas Hijau mendapat respon luar biasa dari para siswa SMP
Negeri 182 Jakarta Selatan. Digelar setelah bel pulang
sekolah, 10 April 2008, tidak kurang dari 200 siswa langsung
menyemut melihat dari dekat ular tangga tersebut.
Setelah tahu siapapun dapat bermain gratis ular tangga itu,
para siswa pun berebut ingin bermain. Sepatu pun segera
mereka lepaskan. ”Jangan lupa membaca keras dan memahami
informasi yang tertera pada setiap kotak yang dilewati lho,”
kata aktivis Tunas Hijau Zamroni, yang menjadi pemandu.
Kegiatan ini digelar dalam rangkaian Climate Change Goes
to Schools Jakarta 2008, yang merupakan kerja bareng
PT. Freeport Indonesia dan Tunas Hijau –
kids & young people do actions for a
better earth.
|
|
9 April 2008
Ajarkan Cara Untuk Menghambat Lajunya Perubahan Iklim
Tunas
Hijau mengadakan workshop lingkungan hidup di SD Hang Tuah 6
Surabaya, 9 April 2008. Diikuti 40 siswa, Tunas Hijau
mengajak anak-anak lebih giat menyelamatkan lingkungan hidup
dari ancaman perubahan iklim. Caranya dengan berperilaku
ramah lingkungan hidup.
Siswa diajak
melihat foto-foto dampak penebangan pohon. Diantaranya foto
yang menampilkan seorang manula yang sedang digendong oleh
anggota SAR untuk naik ke perahu karena rumahnya sudah
tenggelam akibat meluapnya sungai Bengawan Solo. Tunas Hijau
juga menayangkan film tentang melelehnya es di kutub utara
dan selatan akibat meningkatnya suhu di bumi.
|
|
9 April 2008
Workshop Lingkungan
Hidup di SDN Bulak Rukem I Surabaya
Tunas
Hijau mengadakan workshop lingkungan hidup di SDN Bulak
Rukem I Surabaya, 10 April 2008. Diikuti 40 siswa dan
beberapa guru pengajar, pada workshop ini Tunas Hijau
membahas perilaku manusia yang berdampak pada meningkatnya
suhu di atas permukaan bumi.
Setiap aktivitas kita, menurut aktivis Tunas Hijau Adetya,
akan berdampak pada lingkungan hidup. Misalnya, berkendaraan
bermotor, makan, tidur, menyalakan TV dan bahkan bernafaspun
berdampak pada lingkungan hidup.
|
|
7 April 2008
Workshop
Perubahan Iklim di SDN Tanah Kali Kedinding II Surabaya
Tidak
henti-hentinya Tunas Hijau mengajak anak-anak untuk bersama
untuk menghambat perubahan iklim.
Kali ini siswa
Kelas VI, V dan VI SDN Tanah Kali Kendinding II yang diajak
untuk menghambat lajunya perubahan iklim melalui workshop, 7
April 2008. Workshop ini diselenggarakan dalam rankaian Hari
Bumi 22 April.
Workshop yang melibatkan 80 siswa itu mengupas tuntas bahaya
perubahan iklim. Diwakili 2 orang aktivisnya, Rendi dan
Adetya, Tunas Hijau mengajak siswa SDN Tanah Kali Kedinding
II untuk menghambat perubahan iklim. Ada empat cara yang
disampaikan Tunas Hijau, yaitu mengolah sampah basah,
menggunakan sepeda, hemat listrik dan menanam pohon
sebanyak-banyaknya. (Adetya) |
|