Headquarters: Semolowaru Indah T-9, Surabaya - 60119, Indonesia. Phone/Fax: +62-31- 5996816, Email: info@tunashijau.org


 

lihat program lainnya

Tahun 2005   

Tahun 2006

Tahun 2007

Januari 2008

Februari 2008

Maret 2008

April 2008

Mei 2008

Petisi Cinta 2008 – Di Saat Perubahan Iklim Menghampiri Bumi Tercinta

Deklarasi Surabaya Children Conference on Climate Change 2007

Perubahan iklim telah menghampiri kehidupan di muka bumi. Kami more

Sekilas Perubahan Iklim atau Climate Change

Biasanya istilah Efek Rumah Kaca, Pemanasan Global dan Perubahan Iklim digunakan more

Fakta tentang Perubahan Iklim Dunia

1. Pada tahun 2030 jumlah mobil di seluruh dunia akan bertambah sebanyak  50%. more

40 Langkah Menghemat Air 

Ada banyak cara untuk menghemat penggunaan air dan semuamya more

23 - 24 April 2008

Cycling Campaign Earth Day 2008 Tunas Hijau

Issue pemanasan global yang berakibat pada perubahan iklim menjadi fokus utama kampanye hari bumi yang dilaksanakan oleh Club Tunas Hijau. Salah satu kegiatan yang dilaksanakan adalah Cycling Campaign Earth Day 2008. Kegiatan yang digelar 23-24 April 2008 ini dilaksanakan dalam bentuk bersepeda keliling kota Surabaya dengan membawa pesan-pesan pengurangan pemanasan global dan perubahan iklim, diantaranya “Kick the CO2 Habit” dan “Demi Bumi Kurangi Emisi”.

Selama kampanye bersepeda aktivis-aktivis muda Enviro Defender Tunas hijau mampu menarik perhatian masyarakat dengan dandanan yang unik. Surya misalnya, siswa kelas XI SMATAG 1945 Surabaya ini berdandan ala ‘eksekutif muda’ lengkap dengan celana, dasi serta jas dengan warna senada dengan kemeja. Tak ketinggalan tas koper, dan kaca mata hitam bermerek ‘discovery’ juga melekat sebagai simbol ‘eksekutif muda’. more


21 April 2008

PERINGATI HARI BUMI, KAMPANYE KURANGI KARBONDIOKSIDA

Ratusan pelajar SMA di Surabaya yang tergabung Tunas Hijau berdiri memanjang di depan Taman Bungkul Surabaya, 21 April 2008. Mereka berasal dari SMA Negeri 5, SMA Negeri 2, SMA Negeri 9, SMA Negeri 11, SMA Negeri 20, SMA 17 Agustus 1945, SMA Barunawati, SMK 17 Agustus 1945, SMA Hangtuah, SMK Negeri 1 dan SMA Giki 2 Surabaya. Sebagian dari mereka adalah anggota Paskibra (Pasukan Pengibar Bendera) di sekolah masing-masing. Aktivitas itu diselenggarakan dalam rangka kampanye Hari Bumi, yang diperingati setiap 22 April.

Di tengah padatnya pengguna Jalan Raya Darmo karena jam pulang kerja, lebih dari 150 pelajar tersebut meneriakkan yel-yel yang berisi ajakan mengurangi aktivitas yang menghasilkan Karbondioksida (CO2). Mereka juga membawa spanduk dan karton berisikan informasi perubahan iklim. more


20 April 2008

Bersih-Bersih Pantai Peringati Hari Bumi

“Maknai Hari Bumi Dengan Tindakan Nyata Sekarang Juga” menjadi tema yang diangkat Klub Tunas Hijau pada Bersih-Bersih Pantai Kenjeran Surabaya, Minggu, 20 April 2008. Kegiatan yang diikuti sekitar 2400 siswa SD, SMP dan SMA di Surabaya Utara ini bermaksud mengajak masyarakat dan pelajar untuk tidak menjadikan sungai dan lautan sebagai tempat sampah raksasa. 

Berdasarkan fakta di lapangan, saat ini kondisi pantai kenjeran tidak seindah dulu dan bahkan pengunjung yang datang kesana terkesan acuh dengan kondisi pantai yang kotor. “Dahulu pantai Kenjeran masih dapat dikatakan bersih karena tidak banyak pedagang yang berjualan. Namun sekarang tidak hanya sampah yang terbawa saat air laut pasang tetapi juga sampah yang dibuang oleh pengunjung,” kata Septian Yudha Direktur Bersih-Bersih Pantai Kenjeran Tunas Hijau. more


19 April 2008

Tasya Olah Sisa Makanan Jadi Kompos

Beruang-beruang kutub bangun dari tidurnya lebih awal di musim dingin, Australia mengalami kekeringan terparah sepanjang 100 tahun terakhir dan angin topan berulang kali menghantam Florida, Amerika Serikat. Apa yang terjadi? Ya, dunia tengah mengalami perubahan sebagai akibat naiknya suhu rata-rata permukaan bumi atau dikenal dengan istilah global warming atau pemanasan global.

Jika tidak dihentikan atau setidaknya dihambat, perubahan iklim tersebut jelas mengancam keberadaan bumi beserta makhluk hidup dan isinya. Itu sebabnya berbagai upaya dilakukan oleh berbagai pihak termasuk diantaranya anak-anak. Pada November 2007, di Surabaya, anak-anak dari 8 negara, yaitu Rusia, Haiti, Australia, Malaysia, Srilanka, Kamerun, Korea dan Indonesia mengikuti Children Conference on Climate Change 2007 yang digelar oleh Klub Tunas Hijau - kids & young people do actions for a better earth dan PT. Freeport Indonesia. more


19 April 2008

Ajak Perbanyak Suplai Oksigen, Bagikan Bibit Matoa dan Lidah Mertua

Masih dalam rangkaian Climate Change Goes to Schools Jakarta 2008 kerjasama PT. Freeport Indonesia dan Tunas Hijau, seratus tanaman Lidah Mertua dan seratus bibit pohon Matoa dibagikan pada beberapa SD dan SMP di Jakarta Selatan. Pembagian itu dilaksanakan di pelataran SMPN 227, Jl. Masjid Al Fajri, Pejaten Barat, Jakarta Selatan, 19 April 2008. Disaksikan artis penyanyi remaja Tasya dan Kepala SMPN 227 Jakarta, Direktur Utama PT. Freeport Indonesia Armando Mahler melakukan sendiri pembagian tanaman Lidah Mertua dan bibit pohon Matoa pada perwakilan siswa sepuluh SD dan SMP yang hadir. more


15 April 2008

Animo Besar, Pemandu Workshop Dikeroyok Siswa

Setelah sukses mengadakan workshop di SDN Pejaten Barat 11 Jakarta Selatan, tim Climate Change Goes to Schools Jakarta 2008 membidik SDN Duren Tiga 7 Pagi Jakarta Selatan sebagai sekolah sasaran workshop perubahan iklim berikutnya.

Meski dengan birokrasi yang begitu mendadak, namun workshop yang diselenggarakan Klub Tunas Hijau dan PT. Freeport Indonesia pada Selasa, 15 April 2008 itu dapat berlangsung dengan cukup lancar. “Maaf ya, Mbak. Saya pikir ini acara promosi produk begitu, makanya tadi saya sempat ragu,” ujar Kepala Sekolah SDN Duren Tiga 7 Pagi itu. “Maklum saja, ijin workshop kan baru diurus dua jam sebelum kegiatan,” tambahnya seraya tersenyum. more


14 April 2008

Main Ular Tangga Raksasa di SDN Pejaten Barat 11 Jakarta,

 Tiap Kelas Saling Tantang

Climate Change Goes to Schools Jakarta 2008 yang diselenggarakan Klub Tunas Hijau dan PT. Freeport Indonesia akhirnya sampai di SDN Pejaten Barat 11 Jakarta Selatan. Kali ini, para siswa kelas tiga hingga kelas lima di sekolah itu mendapat kesempatan mengikuti workshop singkat mengenai perubahan iklim.

Menariknya, workshop ini tak sekedar diskusi perubahan iklim yang membahas penyebab, dampak, dan solusinya. Tetapi workshop ini juga mengajak anak-anak mencari tahu lebih tentang perubahan iklim beserta contoh aksi nyata melalui permainan ular tangga ukuran raksasa. Tak heran jika animo anak-anak dalam mempelajari perubahan iklim semakin besar. Apalagi tersedia ratusan komik dan permainan ular tangga bagi siswa yang terpilih menjadi pemenang dalam permainan itu. more


13 April 1008

Pelatihan Lingkungan Hidup Pelajar SD Se-Surabaya

Langit Kota Surabaya yang diselimuti mendung dan gerimis seakan tak mampu menghentikan canda tawa dari 100 anak-anak SD Peserta Pelatihan Lingkungan Hidup se-Surabaya BPLH Kota Surabaya selama perjalanan di dalam bus. Celoteh riang anak-anak silih berganti membuat cukup riuh suasana di dalam bus. Selepas mengikuti pembukaan di ruang sidang Wali Kota Surabaya pada pukul 07.30, mereka pun mengawali kegiatan dengan mengunjungi LPA Sampah Benowo. more


12 April 2008

Direktur Diplik Promo Rencana Youth Camp on Climate Change

Bersama Tunas Hijau di Surabaya

Di sela-sela tanam pohon Matoa di SMP Negeri 182 Jakarta Selatan, 12  April, Direktur Diplomasi Publik Departemen Luar Negeri Umar Hadi mempromosikan rencana Youth Camp on Climate Change (YCCC) di Surabaya, Juli 2008. Promosi ini disampaikan Umar Hadi pada peserta Tanam Pohon Matoa dan beberapa media yang meliput tanam pohon ini. YCCC 2008, menurut Umar Hadi, merupakan implementasi dari Youth Interfaith Forum atau Forum Pemuda Antar Agama, yang tahun ini Indonesia menjadi tuan rumahnya. more


12 April 2008

Tanam Pohon Matoa Besar dan Pesta Melukis 100 meter Dinding

di SMP Negeri 182 Jakarta Selatan

 

PT. Freeport Indonesia dan Klub Tunas Hijau Kids & Young People Do Actions For A Better Earth, yang bermarkas di Kota Surabaya, dalam rangka Hari Bumi 22 April mengadakan Tanam 50 Pohon Langka Matoa (tinggi 2,5 meter) dan Pesta Mural (melukis pada dinding dengan pesan) Pemanasan Global pada 100 meter dinding bagi siswa SMP di SMP Negeri 182 Jakarta, Jl. Empang Tiga Kalibata (Kalibata Timur) Jakarta Selatan.

Kegiatan dalam rangkaian Climate Change Goes To Schools Jakarta ini dilaksanakan Sabtu, 12 April 2008 mulai pukul 07.30 wib. Artis penyanyi soundtrack film ’Virgin’ Ika Putri dan Direktur Diplomasi Publik Deplu (Diplik) Umar Hadi bersama 400 pelajar dan guru SMP Negeri 182 Jakarta juga nampak ikut serta.

Selesai tanam pohon, Ika Putri tidak hanya menyanyikan lagu-lagu hitnya ”Aku Perawan”. Ika juga mengajak segenap warga SMP Negeri 182 Jakarta untuk mewaspadai perubahan iklim dengan menghemat listrik, menanam pohon, mengolah sampah dan membiasakan bersepeda. more


11 April 2008

Gelar Ular Tangga Perubahan Iklim di SMPN 227 Jakarta

Memanfaatkan waktu istirahat siswa SMP Negeri 227 Jakarta, Tunas Hijau menggelar permainan ular tangga perubahan iklim ukuran 6 x 6 meter. Permainan ini cukup mendapat respon dari para siswa yang sedang istirahat, meskipun respon yang didapat tidak sebesar saat di SMP Negeri 182 Jakarta, sehari sebelumnya. Maklum, waktu istirahat yang hanya 15 menit, biasanya digunakan para siswa untuk makan dan minum. Tidak heran jika para siswa yang bermain ular tangga ini dengan membawa makanan dan minumannya yang belum habis.

Kegiatan ini digelar dalam rangkaian Climate Change Goes to Schools Jakarta 2008, yang merupakan kerja bareng PT. Freeport Indonesia dan Tunas Hijau kids & young people do actions for a better earth.


10 April 2008

Ular Tangga Perubahan Iklim Dikerubuti Siswa SMPN 182 Jakarta

Ular Tangga ukuran raksasa 6 x 6 meter tema perubahan iklim karya Tunas Hijau mendapat respon luar biasa dari para siswa SMP Negeri 182 Jakarta Selatan. Digelar setelah bel pulang sekolah, 10 April 2008, tidak kurang dari 200 siswa langsung menyemut melihat dari dekat ular tangga tersebut. Setelah tahu siapapun dapat bermain gratis ular tangga itu, para siswa pun berebut ingin bermain. Sepatu pun segera mereka lepaskan. ”Jangan lupa membaca keras dan memahami informasi yang tertera pada setiap kotak yang dilewati lho,” kata aktivis Tunas Hijau Zamroni, yang menjadi pemandu.

Kegiatan ini digelar dalam rangkaian Climate Change Goes to Schools Jakarta 2008, yang merupakan kerja bareng PT. Freeport Indonesia dan Tunas Hijau kids & young people do actions for a better earth.


9 April 2008

Ajarkan Cara Untuk Menghambat Lajunya Perubahan Iklim

Tunas Hijau mengadakan workshop lingkungan hidup di SD Hang Tuah 6 Surabaya, 9 April 2008. Diikuti 40 siswa, Tunas Hijau mengajak anak-anak lebih giat menyelamatkan lingkungan hidup dari ancaman perubahan iklim. Caranya dengan berperilaku ramah lingkungan hidup.

Siswa diajak melihat foto-foto dampak penebangan pohon. Diantaranya foto yang menampilkan seorang manula yang sedang digendong oleh anggota SAR untuk naik ke perahu karena rumahnya sudah tenggelam akibat meluapnya sungai Bengawan Solo. Tunas Hijau juga menayangkan film tentang melelehnya es di kutub utara dan selatan akibat meningkatnya suhu di bumi.


9 April 2008

Workshop Lingkungan Hidup di SDN Bulak Rukem I Surabaya

Tunas Hijau mengadakan workshop lingkungan hidup di SDN Bulak Rukem I Surabaya, 10 April 2008. Diikuti 40 siswa dan beberapa guru pengajar, pada workshop ini Tunas Hijau membahas perilaku manusia yang berdampak pada meningkatnya suhu di atas permukaan bumi. Setiap aktivitas kita, menurut aktivis Tunas Hijau Adetya, akan berdampak pada lingkungan hidup. Misalnya, berkendaraan bermotor, makan, tidur, menyalakan TV dan bahkan bernafaspun berdampak pada lingkungan hidup.


7 April 2008

Workshop Perubahan Iklim di SDN Tanah Kali Kedinding II Surabaya

Tidak henti-hentinya Tunas Hijau mengajak anak-anak untuk bersama untuk menghambat perubahan iklim. Kali ini siswa Kelas VI, V dan VI SDN Tanah Kali Kendinding II yang diajak untuk menghambat lajunya perubahan iklim melalui workshop, 7 April 2008. Workshop ini diselenggarakan dalam rankaian Hari Bumi 22 April.

Workshop yang melibatkan 80 siswa itu mengupas tuntas bahaya perubahan iklim. Diwakili 2 orang aktivisnya, Rendi dan Adetya, Tunas Hijau mengajak siswa SDN Tanah Kali Kedinding II untuk menghambat perubahan iklim. Ada empat cara yang disampaikan Tunas Hijau, yaitu mengolah sampah basah, menggunakan sepeda, hemat listrik dan menanam pohon sebanyak-banyaknya. (Adetya)