|
22 April 2005
Bawa Suporter, Bagikan Bibit

Para finalis
Pangeran dan Putri Lingkungan Hidup 2005 kembali
berpresentasikan proyek-proyek mereka.
Presentasi yang dilangsungkan di Golden City Mall ini
berlangsung seru.
Mereka menampilkan teknik
presentasi yang menarik. Ada yang mengusung alat peraga
kampanye, membawa suporter hingga mengampanyekan produk proyek
lingkungan mereka.
Finalis Tsuraya Nur Hasanah,
misalnya. Siswi SMPN 2 Tanggulangin ini mendapat dukungan dari
sepasukan teman-temannya. ”Saya nggak tahu jumlahnya.
Pokoknya, teman-teman pada ingin ikut kemari memberi dukungan
untuk saya,” kata remaja berjilbab itu. Yang menarik, semua
supporter mengenakan seragam hijau-hijau dengan gambar anggur.
”Saya sendiri yang menggambar anggur itu,” kata gadis hitam
manis ini. Memang, dalam final itu Tsurayya mengusung topik
Anggurisasi sebagai upaya pelestarian lingkungan alam sehingga
tak heran bila dia memakai gambar anggur sebagai logonya.
Tsurayya juga
membagikan 50 bibit anggur kepada penonton.Pot-pot anggur ini
diwadahi dengan tas kain yang dibikin sendiri oleh ibunya.
”Semoga bisa dimanfaatkan yang Tak
seluruh
peserta mampu tampil pede di depan dewan juri yang terdiri
dari Mochamad Zamroni (Presiden Klub Tunas Hijau), Edo Ernanda
(mahasiswa Teknik Lingkungan ITS) dan Rizal Husein (Redaktur
Jawa Pos). Salah satu yang mengaku grogi adalah Laurensius
Bisma Arya Eka Pangga, siswa SMPN 1 Surabaya. Di depan juri,
siswa yang mengusung tema Upaya Penjernihan Air ini tak mampu
bicara banyak.
”Sebenarnya masih ada yang
ingin saya katakan,” katanya terus terang. Tak pelak,
pengakuan jujur ini sempat membuat penonton tertawa.
Menurut Dimas Erlangga,
project director Penganugerahan Pangeran & Putri
Lingkungan Hidup 2005, presentasi ini merupakan salah satu
penilaian final peserta. ”Pemenangnya akan diumumkan saat
Grand Final 24 April 2005,” katanya. |