|
22 Mei 2005
Seandainya Semua Kampung Asri Seperti
Ini
Tuntas sudah proses penilaian delapan nominasi
RT paling green and clean yang dilakukan oleh Klub
Tunas Hijau. Kemarin mereka menilai lima RT peserta program
Surabaya green and clean. Ini melengkapi tiga RT yang
sudah dinilai Jumat (20/5) lalu.
Kesimpulan dari hasil penilaian itu, seluruh
kampung sudah melakukan manajemen lingkungan dengan baik.
Partisipasi dan kemauan warga kampung dinilai bisa terus
melanggengkan sikap cinta lingkungan di masa depan.
Hal itu diungkapkan oleh
Sekretaris Klub Tunas Hijau Dimas Erlangga usai mengelilingi
lima kampung tersebut. Menurutnya, secara umum warga kampung
tersebut sudah menata lingkungannya dengan baik. ”Mereka
melaksanakan penghijauan dan mengelola kebersihan dengan baik
pula,” tuturnya.
Ini terbukti dari kondisi nyata
yang terlihat di setiap kampung itu. Semuanya asri dan bersih.
Warga pun secara konsekuen menjaga lingkungan kampungnya itu.
Misalnya tidak membuang sampah sembarangan. Ini diketahui
lewat tes kecil yang dilakukan oleh Pangeran dan Putri
Lingkungan Hidup 2005 yang juga ikut menilai.
Di setiap kampung, tim penilai
membagikan permen secara random. Setelah itu, anak-anak yang
meneriman permen diberi beberapa pernyataan. Misalnya menanyai
rasa permen dan sebagainya. Lalu, diam–diam anak-anak kampung
itu dipantau. Apakah mereka membuang sampah sembarangan atau
tidak. ”Ternyata mereka membuangnya di tong sampah. Atau, jika
tidak, memasukan bungkus permen itu ke saku,” tambah Dimas.
Salah satu hal yang diamati oleh tim penilai adalah mengenai
partisipasi warga. Dimas mengatakan bawa di setiap kampung
pasti ada satu atau dua orang yang mampu menjadi motor. Namun,
lambat laun perilaku cinta lingkungan dari motor itu bisa
mengerakkan seluruh warga kampung.
Apalagi, bukan kali ini
kampung-kampung itu meraih predikat bersih dan hijau. Beberapa
kampung malah sudah terkenal sebagai basis penghijauan sejak
dekade 1990-an,” Artinya perilaku cinta lingkungan itu sudah
turun temurun disana” ujar Dimas.
Inilah yang membuat tim penilai
salut. ”Ah, seandainya semua kampung di Surabaya
seperti ini” kata Dimas berandai-andai. Situasi kampung yang
bersih itu juga bisa segera dirasakan oleh warga lain yang
bertandang di kampung tersebut, terutama di kampung-kampung
bersih itu.
Satu hal yang dipandang belum dikelola dengan
baik adalah kemampuan warga untuk mengurangi volume sampah.”
Misalnya, berusaha mengurangi konsumsi barang-barang yang
berpotensi menjadi sampah,” kata Dimas.
|