|
4 September 2005
Lomba Pungut Sampah Anak-Anak Stren Kalimas
Sampah yang akrab dengan keseharian anak-anak
stren Kalimas menjadi media berlomba mengasyikkan. Bersama
Klub Tunas Hijau, 30 anak-anak mengikuti lomba memungut
sampah, Minggu, (4/9)
Begitu aba-aba mulai diteriakkan, Timah (12),
Rusdi (14), Novi (13), dan anak-anak stren Kalimas yang lain
segera berlarian memunguti sampah plastik yang berserakan di
sekitar mereka.
Tanpa ada rasa jijik, mereka bersemangat
memunguti dan mengumpulkan sampah, lantas memasukkan ke dalam
kantong besar. Senyum yang merekah dari Novi, pemenang lomba
itu, tak semata karena berbalas dengan hadiah. Tapi, sampah
sekarung yang ia kumpulkan juga berarti rejeki. ”Nanti aku
jual ke pengepul,” kata Novi tersenyum, yang diikuti Timah dan
dan Rusdi sebagai pemenang kedua dan ketiga.
Oleh ketiganya, sampah plastik dari tas kresek,
gelas dan botol air mineral bekas memang dikumpulkan untuk
dijual ke pengepul. ”Sampah, bila tahu caranya, dapat
mendatangkan manfaat, seperti yang telah dilakukan anak-anak
stren Kalimas ini,” kata Marisa Putri Lingkungan Hidup 2005,
yang memandu lomba bertajuk Make Earth Day Everyday, dengan I
Dewa Putu Adhika Happy Putra Pangeran Lingkungan Hidup 2005.
Keduanya tak sekali itu saja bergumul dengan
mereka. ”Program ini sudah jadi agenda Klub Tunas Hijau.
Malah, untuk membina mereka, sudah menjadi agenda saya sejak
lama sebelum terpilih menjadi Putri Lingkungan Hidup 2005,”
kata Marisa.
Dalam
lomba yang sesungguhnya mengandung edukasi tentang pengelolaan
sampah itu, anak-anak diberi waktu 10 menit untuk mengumpulkan
sampah plastik. Mulai sisa bungkus permen, snack, sampai tas
kresek berhasil mereka angkat dari bibir sungai.
Usai lomba, mereka diberi penjelasan oleh
Marisa dan Happy bahwa sampah plastik yang berhasil mereka
kumpulkan adalah sampah yang sulit terurai sehingga kelak 100
tahun lagi, sampah tersebut masih belum terurai.
Mereka begitu antusias mendengarkan penjelasan
Marisa, yang berharap mereka menjadi penjaga sungai dari
sampah plastik yang mengotorinya. ”Jangan membuang sampah di
Kalimas ya, meski rumah kalian hanya berjarak tiga meter dari
bibir Kalimas,” pesan Marisa yang juga memanfaatkan momen
lomba kemarin untuk memeringati ulang tahunnya yang ke-14.
”Saya sengaja membuat ultah ini istimewa bagi anak-anak stren
Kalimas yang telah bersama-sama melaksanakan proyek untuk
mewujudkan Kalimas bersih.
Selain lomba
mengumpulkan sampah, beberapa aneka lomba lainnya juga
digelar. Lomba-lomba tersebut adalah lomba kelereng dalam
sendok, lomba memasukkan pensil dalam botol dan lomba
menggambar Kalimas Idamanku.
Di penghujung acara, anak-anak stren Kalimas
tersebut juga diajarkan cara memdaur ulang kertas bekas dari
kertas bekas. Daur ulang kertas bekas ini dibimbing oleh Rendi
Setyadi Finalis Pangeran Lingkungan Hidup 2005.
|