|
|
|
|
28 Oktober 2007
Diklat
Lingkungan Hidup Paskibra SMA Hang Tuah 1 Surabaya Yang
Menyenangkan
Dusun
Mligi, Claket, Mojokerto menjadi tempat yang kesekian
kalinya untuk pelatihan dan workshop bagi remaja-remaja dari
Surabaya. Tiga hari ini, 26-28 Oktober, misalnya, dua belas
siswa SMA Hang Tuah 1 Surabaya yang tergabung dalam Pasukan
Pengibar Bendera SMA Hang Tuah 1 Surabaya (Kibrahasa)
melaksanakan diklat bagi anggota baru. Seperti diklat-diklat
sebelumnya, diklat ini sarat dengan muatan pelestarian
lingkungan hidup. Ini didasari oleh pentingnya mengajak
sebanyak mungkin orang untuk bersikap ramah terhadap
lingkungan hidup. selengkapnya
|
|
21 Oktober 2007
”Eco-Nationalism Training” Pasukan
Pengibar Bendera
SMA Barunawati Surabaya
Rasa
capek dan lelah nampak jelas di wajah 50 siswa-siswi anggota
Pasukan Pengibar Bendera SMA Barunawati Surabaya setelah
sampai di Dusun Mligi, Desa Claket, Kecamatan Pacet,
Mojokerto. Di Dusun Mligi ini, mereka akan mengikuti diklat
selama 3 hari 2 malam. Dapat dimaklumi, karena untuk
mencapai dusun tertinggi di kawasan lereng Gunung Welirang
tersebut mereka harus menghabiskan 2 jam perjalanan dengan
truk dari Surabaya. Belum lagi mereka harus berjalan kaki
mendaki naik ke lokasi begitu turun dari kendaraan di jalan
raya Claket. selengkapnya |
|
7 Oktober 2007
Ramadhan Duafa
Bakti Sosial & Lingkungan Hidup
Pasruna
Panas
mentari yang masih menyengat walaupun waktu sudah
menunjukkan pukul 15.00 tidak menyurutkan niat Halimah dan
anaknya untuk mendatangi halaman SMA Barunawati Surabaya.
Raut muka bahagia terpancar dari ibu dan
anak tersebut selepas keluar dari halaman SMA Barunawati
Surabaya. Sang ibu menenteng bungkusan yang berisi sembako
dan pakaian yang baru saja dibagikan. Sedangkan anaknya
membawa komik dan stiker hadiah dari bermain ular tangga
lingkungan hidup. selengkapnya |
|
5 Oktober 2007
Marhaban Ya Ramadhan
Bakti Sosial & Lingkungan Hidup
Pasdaluh
Paskibra
SMAN 20 Surabaya (Pasdaluh) mengadakan buka puasa bersama di
SMAN 20 Surabaya, Jumat (5/10). Sebelum buka puasa, para
anggota paskibra tersebut terlebih dahulu mengadakan bakti
sosial bagi masyarakat di sekitar sekolah. 85 paket sembako
dan pakaian layak pakai dibagikan pada baksi sosial ini.
Tujuannya, mereka mencoba membantu meringankan beban
orang-orang yang kurang mampu di sekitar mereka.
Uniknya dalam baksos
ini, para peserta baksos atau masyarakat yang mendapatkan
bantuan dapat memilih sendiri pakaian yang akan dibawa.
Mereka juga harus menuliskan kesan serta harapannya di
selembar kain spanduk yang sudah disediakan oleh panitia.
”Kami melakukan sebuah aksi kepedulian di bulan puasa ini
sebagai salah satu aplikasi dari pelatihan Eco
Nationalisme Training kami,” ujar Detha ketua
panitia kegiatan ini.
selengkapnya |
|