|
13 Juni 2007
Joanni
Tirtowidjaja Dilantik Sebagai Pahlawan Ozon

Apa
yang dilakukan Joanni Tirtowidjaja, siswi kelas 4 SDK Santa
Theresia I Surabaya, patut dicontoh oleh siapapun. Tidak
terkecuali anak-anak sebayanya. Meski masih berusia 10 tahun,
Joanni telah berbuat sesuatu yang nyata untuk menyelamatkan
lapisan Ozon bumi. Tidak dengan pergi keluar angkasa dan
menambal lapisan Ozon yang tipis dan berlubang. Melainkan
dia bersikap cukup kritis terhadap penggunaan barang yang
mengandung bahan perusak Ozon.
Sikap
kritis Joanni Tirtowidjaja itu pun membuat bangga
teman-temannya siswa dan guru di SDK Santa Theresia I
Surabaya. Perasaan bangga itu pun dilakukan siswa lain dan
guru sekolah dengan menceritakan ulang apa yang telah Joanni
lakukan untuk melindungi Ozon kepada orang lain. Karena
sikapnya tersebut, Joanni Tirtowidjaja mendapat penghargaan
sebagai Pahlawan Ozon oleh Klub Tunas Hijau, organisasi
lingkungan hidup by kids and young people.
Penghargaan
sebagai Pahlawan Ozon itu disampaikan oleh Kepala Badan
Pengendalian Lingkungan Hidup Kota Surabaya Togar Arifin
Silaban setelah pelantikan kader Adiwiyata SDK Santa
Theresia I Surabaya, 13 Juni 2007. ”Saya ikut merasa bangga
dengan upaya yang telah dilakukan Joanni Tirtowidjaja dalam
menyelamatkan lapisan Ozon,” kata Togar Silaban, di
sela-sela penyerahan penghargaan Pahlawan Ozon.
Ceritanya Joanni dan satu orang siswa sekolah itu, Clara,
mewakili Kota Surabaya untuk mengikuti Kemah Hijau yang
diselenggarakan oleh Kementerian Lingkungan Hidup di Taman
Buah Mekarsari, Bogor, Jawa Barat, 30 Mei – 3 Juni 2007.
Pada waktu istirahat makan bersama peserta lain, Joanni
mendapat konsumsi dengan kemasan sterefoam. Seketika itu
Joanni melihat pada bagian belakang pembungkus makanan
sterefoam tersebut. Betapa kagetnya Joanni, ketika tidak ada
sama sekali logo ramah Ozon pada pembungkus sterefoam
tersebut.
Seketika
itu Joanni mengatakan pada teman-teman di sekitarnya bahwa
pembungkus makanan ini tidak ramah Ozon. ”Tidak sepantasnya
Kemah Hijau atau Kemah Lingkungan Hidup ini menggunakan
pembungkus makanan yang tidak ramah Ozon dan tidak ramah
lingkungan hidup seperti ini,” kata Joanni kepada
teman-teman di sekitarnya. Joanni pun lantas menemui panitia
untuk menyampaikan protesnya.
Ketika itu Joanni juga mengisahkan bahwa di
sekolahnya, SDK Santa Theresia I Surabaya, semua pembungkus
makanan menggunakan daun pisang. ”Tidak ada sama sekali
makanan yang dibungkus dengan menggunakan plastik dan
streoofoam, apalagi streofoam yang mengandung bahan perusak
Ozon seperti ini,” kata Joanni. |