|
SEKILAS PERUBAHAN IKLIM
ATAU CLIMATE CHANGE

Biasanya istilah Efek Rumah Kaca, Pemanasan
Global dan Perubahan Iklim digunakan untuk menggambarkan
masalah yang sama. Namun, sesungguhnya istilah-istilah
tersebut lebih menunjukkan hubungan sebab akibat.
Efek rumah kaca adalah penyebab, sementara
pemanasan global dan perubahan iklim adalah akibat. Efek
rumah kaca menyebabkan terjadinya akumulasi panas di
atmosfer, yang kemudian akan mempengaruhi sistem global. Hal
ini bisa menyebabkan naiknya temperatur rata-rata bumi yang
kemudian dikenal dengan pemanasan global.
Pemanasan global pada akhirnya menyebabkan
terjadinya perubahan iklim, atau tepatnya perubahan beberapa
variabel iklim seperti suhu udara, curah hujan dan musim.
Perubahan iklim menyebabkan mencairnya es dan
gletser di seluruh dunia, terutama di Kutub Utara dan
Selatan. Diketahui bahwa es yang menyelimuti permukaan bumi
telah berkurang lebih dari 10% sejak tahun 1960. Sementara
ketebalan es di Kutub Utara telah berkurang 42% dalam 40
tahun terakhir (Fred Pearce, 2001).
Selain itu, perubahan iklim juga menyebabkan
terjadinya pergeseran musim, dimana musim kemarau akan
berkangsung lama sehingga menimbulkan bencana kekeringan dan
penggurunan.
Bencana ini mulai dapat dijumpai dengan mudah
di beberapa daerah di Indonesia.
Sementara itu, para ilmuwan juga
memperkirakan bahwa kekeringan akan melanda Afrika, Eropa,
Amerika Utara dan Australia.
Dampak perubahan iklim yang lainnya adalah
meningkatnya permukaan air laut. Menurut IPCC
(Intergovernmental Panel on Climate Change), panel ahli
untuk isu perubahan iklim, dalam 100 tahun terakhir telah
terjadi peningkatan permukaan air laut setinggi 10-25 cm.
Sementara itu diperkirakan bahwa pada tahun 2100 mendatang
akan terjadi peningkatan air laut setinggi 15-95 cm (Green
Peace, 1998).
Selain dampak-dampak diatas, perubahan iklim
juga akan menyebabkan terjadinya krisis persediaan makanan
akibat tingginya potensi gagal panen, krisis air bersih,
meluasnya penyebaran penyakit tropis seperti malaria, demam
berdarah dan diare, kabekaran hutan, serta hilangnya jutaan
spesies flora dan fauna karena tidak dapat beradaptasi
dengan perubahan suhu di bumi.
Banyak tindakan yang bisa dilakukan oleh
setiap individu untuk mencegah terjadinya perubahan iklim.
Diantaranya berjalan kaki atau bersepeda pancal jika
jarak tempuh dekat, yang tentunya akan mengurangi polusi
udara yang dihasilkan. Bisa juga dengan mematikan listrik
jika tidak digunakan, karena dapat mengurangi emisi gas
karbon yang dihasilkan.
Tindakan-tindakan lainnya yang bisa dilakukan
untuk mencegah pemanasan global seperti membeli
produk-produk ramah lingkungan, memanfaatkan lahan kosong
untuk pepohonan, membeli produk dengan sedikit kemasan,
menggunakan transportasi umum dari pada kendaraan pribadi,
membawa botol minuman sendiri saat pergi sekolah atau
bermain, menggunakan lampu TL / neon dari pada lampu pijar
karena lebih hemat energi dan rajin menservis kendaraan
bermotor untuk mengurangi emisi gas buang kendaraan. |