|
4 Februari 2009
SMP Negeri
Kedamean 1 Gresik Dengan Banyak Adenium
Sangat
sedikit sekolah yang memiliki sistem pengolahan air limbah
toilet. SMP Negeri 1
Kedamean Gresik merupakan salah satu sekolah yang memiliki
sistem pengolahan itu. Di sekolah ini air limbah toilet
tidak langsung dibuang ke selokan atau sungai seperti
kebanyakan rumah dan sekolah. Namun, air limbah dari toilet
dijernihkan dengan cara dialirkan melalui beberapa bak
penjernih. Tentunya, upaya pengolahan air limbah toilet ini
dilakukan untuk tidak menambah polusi air.
Pengolahan sampah di sekolah
ini juga dilakukan menurut jenis sampah yang dihasilkan.
Sampah kertas misalnya. Jika di kebanyakan sekolah
pembuangannya dijadikan satu dengan jenis sampah non organik
lainnya, maka di sekolah ini sampah kertas dikumpulkan
khusus di tempat sampah tersendiri. Setiap hari, petugas
piket masing-masing kelas bertugas memindahkan sampah-sampah
kertas yang terkumpul di kelas ke tempat penampungan sampah
kertas di recycling center sekolah.
Setelah
sampah kertas terkumpul dalam jumlah cukup banyak, maka tim
kertas sekolah menjualnya ke pengepul sampah kertas di dekat
sekolah. Hasil penjualan sampah kertas ini cukup banyak.
“Dalam satu minggu kami bisa mendapatkan uang antara seratus
ribu rupiah sampai seratus lima puluh ribu rupiah,” kata
Ainur Rohman siswa kelas 8 anggota tim lingkungan hidup SMP
Negeri 1 Kedamean Gresik. Selanjutnya, menurut Ainur, uang
yang terkumpul digunakan untuk membeli alat-alat kebersihan.
Berbeda dengan
sekolah-sekolah lain, sampah plastik cukup susah ditemukan
di sekolah yang beralamat di Jl. Raya Kedamean 19 B Gresik
ini. Nyaris sampah plastik yang ditemukan di sekolah ini
hanyalah plastik pembungkus mi instan yang dijual di kantin.
Sementara itu, sampah-sampah organik semuanya diolah menjadi
kompos. Khusus untuk sampah daun, kulit buah dan
ranting-ranting pohon, sekolah menggunakan alat bantu berupa
mesin pencacah. Mesin pencacah biasanya dioperasikan sebulan
sekali.
Taman
tanaman obat keluarga cukup luas di sekolah ini. Tanaman
yang ditanam pun banyak variasinya. Ada temulawak, kencur,
jahe dan kunyit. Ada juga tanaman binahong, mahkota dewa,
buah naga, dewandaru dan rosella. Tanaman-tanaman itu tidak
hanya mereka tanam, namun juga dimanfaatkan untuk keperluan
sehari-hari.
Tanaman rosella misalnya.
Tanaman yang memiliki daun menyirip dan bunga berbentuk
kuncup merah ini sering dimanfaatkan untuk sirup, selai dan
manisan. “Bunga rosella bisa dimanfaatkan untuk obat
hepatitis akut. Sementara 7 lembar bunga yang dikeringkan
jika dimasak di air mendidih dan disaring, maka ampasnya
bisa dibuat selai,” kata Vita Fitria Ramadhani anggota tim
lingkungan hidup kelas 8 SMPN Kedemean 1 Gresik.
Uniknya,
tanaman-tanaman berkhasiat obat tersebut dikelola oleh
kelompok pandu (Pramuka) lingkungan hidup. Pandu lingkungan
hidup juga mengadopsi sepetak lahan kosong di sekolah
berukuran 2 x 10 meter untuk dijadikan taman sekolah.
Tentunya program pandu lingkungan hidup SMPN Kedamean 1
Gresik ini patut dicontoh Pramuka di sekolah lain yang masih
berkutat pada sandi, tali temali dan baris berbaris.
Sekolah ini sangat
identik dengan tanaman adenium. Bahkan adenium dijadikan
maskot sekolah ini. Begitu banyaknya adenium yang dihasilkan
para siswa, mereka bahkan menjadikan pembibitan adenium
sebagai salah satu upaya menggalang dana untuk program
lingkungan hidup sekolah. Tidak jarang mereka menjual
adenium sambil berkeliling desa. ”Sambil berjualan adenium,
kami juga melakukan sosialisasi pendidikan lingkungan hidup
pada masyarakat desa sekitar,” kata Luluk Roudhotul Jannah
siswa kelas 8 anggota tim lingkungan hidup.
Di
SMP Negeri 1 Kedamean Gresik pelajaran lingkungan hidup
tidak hanya disisipkan pada mata pelajaran umum atau
terintegrasi. Pelajaran lingkungan hidup di sekolah ini
disampaikan secara monolitik. Artinya, ada pelajaran khusus
lingkungan hidup setiap minggunya. ”Waktu pelajaran
lingkungan hidup dialokasikan 2 jam pelajaran per minggu
untuk semua kelas paralel kelas 7, 8, dan 9 pada semester
ganjil dan genap,” kata guru penanggung jawab lingkungan
hidup Sofiah.
Sudah tiga kali
berturut-turut, sejak tahun 2006, sekolah ini mendapatkan
penghargaan Adiwiyata dari Presiden Republik Indonesia.
Penghargaan-penghargaan lingkungan hidup lainnya juga sering
didapatkan sekolah ini. Diantaranya juara
IV kompetisi reportase Kali Surabaya pada Festival Kali
Surabaya 2008, nominasi olimpiade sains nasional 2008, juara
harapan I lomba melukis dan juara III lomba cipta karya
barang bekas pada Children Conference on Climate Change
2007. (roni) |