|
20 Februari 2006
Sosialisasi di SMP
Negeri 8 Surabaya
Senin
(20/2) siang itu, sekitar 12.00 Mudjianto, Wakil Kepala SMP
Negeri 8 Surabaya bidang kesiswaan segera meminta pengurus
harian Organisasi Siswa Intra Sekolah (OSIS) SMP Negeri 8
Surabaya beserta pengurus harian Majelis Perwakilan Kelas (MPK)
untuk segera membahas kembali detail realisasi Komitmen
Lingkungan Hidup yang baru saja mereka buat.
“SMP Negeri 8 Surabaya dan
khususnya saya tidak ingin komitmen lingkungan hidup yang baru
saja kalian buat bersama hanya seremonial belaka. Jangan
sampai kalian hanya bisa membuat janji diri untuk membuat
sekolah kalian lebih bersih dan rindang,” kata Mudjianto,
Wakasek Kesiswaan SMP Negeri 8 Surabaya. Karena itu,
menurutnya, pengurus harian OSIS dan MPK SMP Negeri 8 Surabaya
harus segera membuat tahapan realisasi dari Komitmen
Lingkungan Hidup tersebut.
Seperti diketahui, pada setiap
akhir sesi sosialisasi kebersihan dan pepohonan yang dihelat
Dinas Kebersihan dan Pertamanan (DKP) Kota Surabaya bersama
Klub Tunas Hijau, para siswa diminta mendiskusikan komitmen
tentang apa yang harus dilakukan untuk membuat sekolah mereka
lebih rindang dan bersih.
Komitmen
tersebut, lantas disetujui oleh semua siswa peserta
sosialisasi. Selanjutnya komitmen yang telah dirumuskan lantas
ditandatangani oleh perwakilan siswa, wakasek kesiswaan dan
kepala sekolah bersangkutan. Oleh Klub Tunas Hijau dan DKP,
komitmen tersebut akan disampaikan kepada Walikota Surabaya
dan Kepala Dinas Pendidikan.
Pada sosialisasi di SMP Negeri 8 Surabaya, yang
diikuti lebih dari 80 siswa ini tergolong sedikit berbeda
dengan rangkaian sosialisasi sebelumnya. Pada awal sosialisasi
ini, siswa tidak hanya diminta mengumpulkan sampah yang
berserakan di halaman sekolah, terus mengidentifikasinya.
Siswa juga diajak melakukan permainan ’Bumi Tempatku Berpijak’
sebagai pengibaratan begitu tidak bersahabatnya manusia
terhadap bumi ketika berbagai tuntutan hidup harus segera
mereka penuhi.
Komitmen Siswa SMP
Negeri 8 Surabaya
1. Mengurangi Penggunaan makanan
dan minuman dalam kemasan plastik (tidak memakai sedotan)
2.
Tidak membuang sampah sembarangan
3.
Memilah sampah organik dan non-organik
4. Menyediakan dan merawat tanaman
dalam pot minimal satu setiap kelas
5.
Membentuk petugas kebersihan setiap kelas di bawah OSIS
6.
Melengkapi dan menghias sarana kebersihan
7. Memberi sanksi bagi pembuang
sampah sembarangan dan perusak lingkungan min Rp. 500,-
8. Kerja bakti seminggu sekali di
tiap kelas
9.
Memanfaatkan sampah untuk kerajinan tangan
10.
Menjaga kebersihan MCK
11. Tidak membawa makanan dan minuman di kelas
12. Mengadakan lomba kebersihan antar kelas
setiap 2 bulan sekali
13.
Memaksimalkan tugas piket
14. Siswa sedapatnya tidak menyalakan lampu
pada siang hari
15. Dilarang merokok bagi warga sekolah saat
pelajaran
16. Memanfaatkan lahan kosong di sekolah untuk
pembibitan dan penghijauan
17. Mematikan kran air jika tidak dipakai
18.Menjadikan
saku sebagai tempat sampah sementara |