|
13 Februari 2006
Sosialisasi Kebersihan
dan Pepohonan di SMP Negeri 9
Satuman,
siswa SMP Negeri 9 Surabaya, menginginkan lahan untuk
pepohonan di sekolahnya ditambah. Dengan demikian dia tidak
kebingungan untuk menanam pepohonan baru di SMP Negeri 9
Surabaya. Menurutnya, sedikitnya pepohonan itulah yang
menyebabkan suasana panas yang menyengat di sekolahnya ketika
siang hari.
Keinginan tersebut disampaikan
Satuman dengan cukup keras kepada teman-temannya pada sisi
akhir Sosialisasi Kebersihan dan Pepohonan yang dilakukan
Dinas Kebersihan dan Pertamanan Surabaya bersama Klub Tunas
Hijau (KTH), Senin 13 Februari 2006. Memang, pada akhir sesi
sosialisasi, para siswa diminta untuk mendiskusikan komitmen
diri untuk dapat membuat sekolahnya lebih bersih dan rindang.
Apa yang disampaikan Satuman
bukanlah isapan jempol, atau sekadar omongan belaka. Maklum,
Satuman telah berhasil membuat sebuah taman mini di SMP Negeri
9 Surabaya tahun lalu. Hingga saat ini, taman itu, hingga
kini, masih bisa menambah keasrian sekolahnya.
Komitmen
Siswa SMP Negeri 9 Surabaya
1.
Pemilahan sampah organik dan non organik
2.
Penghijauan di lahan kosong dengan bibit yang ada di SMPN 9,
agar bibit tersebut tidak mati sia-sia
3. Perawatan
terhadap pohon yang sudah ada
4. Kerja
bakti seminggu sekali
5.
Mengoptimalkan piket kelas
6.
Menyediakan tempat sampah dan alat kebersihan di tiap ruang
7. Memberi
sanksi bagi pembuang sampah sembarangan minimal Rp.500,-
8.
Menyediakan media aspirasi siswa untuk lingkungan hidup
9. Menjadikan
saku sebagai tempat sampah sementara
10. Mengalihfungsikan
sarana yang tidak terpakai sebagai tempat penghijauan
11. Seluruh warga
sekolah khususnya guru harus memberikan contoh untuk selalu
membuang puntung rokok pada tempatnya
12.
Membentuk
kelompok dibawah OSIS untuk mengurusi lingkungan
13. Melarang kantin
menjual minuman dalam plastik dan sedotan
14.
Mengumpulkan
gelas botol/gelas air mineral untuk dijual |