|
22 April 2006
Manfaatkan Lahan Sampah untuk Taman

oleh Putri Lingkungan Hidup 2005 Marisa Tania
Bagiku, lingkungan sudah seperti diri sendiri
yang harus kujaga. Makanya aku bersyukur sejak terpilih
menjadi Putri Lingkungan Hidup 2005, aku bisa aktif membangun
lingkunganku khususnya di Surabaya.
Akhir-akhir ini aku melihat taman kota sudah
mulai bayak berdiri di Surabaya. Itu berkat kepedulian dari
beberapa pihak yang tergabung dalam Tunas Hijau untuk
melestarikan lingkungan kita. Dinas Kebersihan dan Pertamanan
Kota Surabaya pun tampaknya sudah mulai aktif.
Hal ini perlu terus diupayakan mengingat
pentingnya fungsi taman kota itu sendiri. Diantaranya untuk
meminimalisasi polusi, sebagai estetika kota, bahkan dapat
dijadikan tempat wisata.
Aku juga melihat banyak penyalahgunaan fungsi
dari taman kota itu sendiri. Kebetulan taman kota yang pertama
dibuat oleh Klub Tunas Hijau adalah hutan kota yang terletak
di belakang Plaza Surabaya. Nah, pernah pas malam-malam lagi
lembur untuk mempersiapkan sebuah kegiatan, teman-temanku yang
lagi sibuk memasang spanduk tiba-tiba digoda banci-banci. Ya
ampun… Ternyata hutan kotaku berubah menjadi sarang banci.
Belum lagi di sana dijadikan tempat berjualan.
Ada beberapa warung kecil berdiri di pinggiran taman. Untuk
hal ini aku sudah pernah melapor ke Dinas Pertamanan agar
ditindaklanjuti. Tetapi nyatanya warung-warung tersebut masih
ada sampai sekarang.
Parahnya, banyak taman kota yang dijadikan
sebagai tempat tinggal pramuwisma. Aku sudah pernah
menyampaikan langsung kepada mereka. Sekadar mengingatkan
untuk pindah. Tapi aku malah kasihan, soalnya mereka sudah
tidak ada tempat tinggal lagi.
Aku lantas berpikir percuma juga diusir, toh
nantinya mereka tetap membangun tenda di taman kota yang lain.
Aku juga pernah mendapati ada orang-orang yang
mencuri papan reklame yang dipasang di hutan kota. Bayangkan,
sudah 3 kali papan reklame di hutan kota kami dicuri orang.
Hal-hal di atas terjadi karena minimnya
kesadaran masyarakat kita akan pentingnya melestarikan
lingkungan khususnya taman kota. Oleh karena itu kami dari
pihak Klub Tunas Hijau berupaya menumbuhkan kesadaran itu
kembali dalam diri masyarakat. Caranya kami membangun
taman-taman kota, ya salah satunya hutan kota itu.
Rata-rata lahan yang kami adopsi dulunya adalah
lahan kosong yang biasanya dijadikan tempat penumpukan
sampah-sampah. Lahan itu kami adopsi, kami bersihkan dan kami
tanami tanaman-tanaman. Akhirnya jadilah taman kota yang lebih
bermanfaat. |